Jumat, 9 Desember 2022

Terkait Virus Corona, Tiga Hal Ini Menjadi Kekhwatiran Netizen

BACA JUGA

- Advertisement -

Fintecnesia.com | Virus corona menjadi kekhawatiran dan perbincangan sejagat. Termasuk di media sosial. Nah, perusahaan media intelligence Isentia mengulik pembicaraan media sosial terkait wabah virus corona ini, untuk menemukan apa yang menjadi perhatian dan juga kekhawatiran terbesar dari netizen Indonesia.

Dari 11.497 total pembicaraan medsos pada tanggal 1 Januari hingga 5 Februari 2020, gejala dan cara menghindari penularan wabah menjadi hal yang paling banyak diperbincangkan netizen terkait virus Corona. Berdasarkan hasil percakapan netizen, gejala awal yang timbul apabila tertular antara lain; pilek, demam, batuk, sesak hingga pneumonia. Namun penularan ini dapat dihindari dengan mencuci tangan berkala, menggunakan masker, menutup hidung dan mulut saat bersin atau batuk. 

Karena menjadi salah satu cara menghindari penularan, masker menjadi topik selanjutnya yang mendapat perhatian netizen sebesar 4.577 buzz. Banyak netizen mengeluhkan sulit mencari masker, hingga harga masker bedah dan N-95 melonjak tinggi. Namun dari percakapan tersebut, tingginya harga bukan menjadi masalah bagi masyarakat. 

Warga Twitter juga dikejutkan postingan akun @coromodol, yang menyebutkan agar tidak bersalaman atau segera mencuci tangan setelah bersalaman dengan pemilik ponsel asal produsen China, Xiaomi. Akun ini juga mengatakan virus Corona dapat menyebar melalui ponsel yang dibuat di China ini. Namun isu ini telah diklarifikasi oleh Sekretaris Ditjen P2P Kementerian Kesehatan RI, Achmad Yurianto, yang menegaskan bahwa virus ini tidak dapat menempel pada benda mati. 

“Kami melihat penyebaran virus Corona menjadi isu global yang harus segera ditangani oleh pemerintah sehingga dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat karena dari hasil analisis di periode tersebut, percakapan didominasi oleh tingginya respon dan kekhawatiran masyarakat terhadap penyebaran virus Corona tersebut.,”  kata Yudha Prawira, Insights Manager Isentia Indonesia, Kamis (6/1). (sof)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER