Jumat, 2 Desember 2022

Menyasar Milenial, Kredivo Menargetkan Pembiayaan Rp 4 Triliun

BACA JUGA

- Advertisement -

Fintechnesia com | Berkaca pada geliat bisnis tahun 2019 dan potensi industri yang menjanjikan, Kredivo Indonesia semakin agresif dalam memperluas akses layanan kredit digital bagi masyarakat Indonesia. Didukung oleh penyaluran lini kredit dari beberapa bank dan credit funds yang berhasil diraih pada 2019, Kredivo menargetkan penyaluran kredit bagi jutaan pengguna selama beberapa tahun ke depan.  

Berkaca pada geliat bisnis yang memuaskan pada 2019 dan potensi industri yang menjanjikan, Kredivo Indonesia semakin agresif dalam memperluas akses layanan kredit digital bagi masyarakat Indonesia. Didukung oleh penyaluran lini kredit dari beberapa bank dan credit funds yang berhasil diraih pada 2019, Kredivo menargetkan penyaluran kredit bagi jutaan pengguna selama beberapa tahun ke depan.  

Alie Tan, CEO Kredivo Indonesia mengatakan, pencapaian Kredivo selama 2019 didukung oleh beberapa faktor. Terutama pengembangan inovasi dan teknologi, kredibilitas yang semakin kuat, serta kondisi industri financial technology (fintech) yang semakin diminati di Indonesia.

Memasuki 2020 ini, Kredivo semakin optimistis mempercepat laju pertumbuhan bisnis hingga 2 kali lipat. Dari jumlah itu, 30% di antaranya merupakan pinjaman produktif. “Kami juga berencana mengembangkan layanan secara lebih luas mencakup dana pendidikan, kesehatan dan pinjaman syariah, tentunya dengan tetap mengutamakan user experience yang baik serta keamanan data pengguna,” terang Alie, Kamis (13/2).

Tercatat, jumlah pinjaman dalam kategori produk pinjaman tunai Kredivo selama tahun 2019 naik 100% dibandingkan tahun 2018, seiring dengan jumlah pengguna aktif yang juga mengalami pertumbuhan rata-rata sebesar 50% yoy.

Tahun ini, Kredivo menargetkan menyalurkan Rp 4 triliun untuk layanan pinjaman tunai. Penawaran jenis pinjaman tunai berjangka pendek paling diminati pengguna, mengingat bunga yang terjangkau serta proses verifikasi yang mudah, cepat, dan aman. 

Profil pengguna peer to peer (P2P) lending pada tahun 2019 masih didominasi kalangan milenial sebanyak 86% di rentang umur 18-35 tahun. “Milenial tetap menjadi salah satu target pasar utama kami dan kedepannya kami juga akan terus aktif menggalakkan berbagai inisiatif guna mendukung terciptanya generasi milenial Indonesia yang melek keuangan,” tambah Alie. 

Dari sisi industri, potensi perkembangan fintech lending di Indonesia pada tahun ini diperkirakan masih sangat besar. Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) memperkirakan, penyaluran pinjaman oleh fintech lending akan tumbuh 50% secara tahunan (yoy) pada 2020. Terlebih, Indonesia mulai menghadapi fase bonus demografi pada tahun ini, dengan populasi milenial mencapai sepertiga atau 34% dari total populasi, dengan basis pengguna fintech lending saat ini yang masih didominasi oleh milenial. (eko)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER