Selasa, 9 Agustus 2022 | 14:49 WIB

Kominfo: Indonesia akan Jadi Salah Satu Negara Ekonomi Digital Terbesar

BACA JUGA

ads-custom-1

Fintechnesia.com | Teknologi dan digita Menteri Komunikasi dan Informatika (Komimfo), Johnny G. Plate memproyeksi, Indonesia akan menjadi negara dengan ekonomi digital terbesar kesembilan di dunia pada tahun 2030. Sebab, Indonesia saat ini menjadi salah satu dari 16 negara dengan produk domestik bruto (PDB) terbesar di dunia.

Johnny menyampaikan pernyataan tersebut saat pidato kunci pada Gala Dinner US-Indonesia Society (USINDO) di Washington DC, Amerika Serikat, Kamis (13/2). Menurutnya, dunia sekarang berubah dari ruang fisik menjadi ruang digital, jadi Indonesia harus bersiap untuk mengubah dirinya menjadi era digital. “Indonesia memiliki lanskap digital yang sangat dinamis, di mana saat ini ada 171,2 juta orang aktif menggunakan internet dan 355,5 juta langganan seluler, ada 26 juta UKM yang diproyeksikan go online pada tahun 2022,” papar Menteri Johnny.

Acara Gala Dinner USINDO juga dihadiri President of USINDO David Merril, Under Secretary of State for Economic Growth, Energy, and the Environment Keith Krach, CEO US International Development Finance Corporation (DFC) Adam Boehler, Menko Maritim dan Investasi RI Luhut B. Panjaitan, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto dan Wakil Menteri Keuangan Mahendra Siregar serta 300 pengusaha AS.

Menteri Johnny dalam kesempatan yang sama mengatakan, Indonesia memiliki pasar digital yang sangat luas sehingga diproyeksikan menjadi salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi tertinggi, baik secara regional maupun global. Hingga saat ini, lanjutnya, pemerintah telah memiliki empat unicorn dan satu decacorn.

Selain itu, setidaknya delapan perusahaan startup siap menjadi unicorn Indonesia berikutnya, perusahaan-perusahaan tersebut menurutnya tumbuh luar biasa menjadi perusahaan bisnis yang berpengaruh seperti saat ini yang menghasilkan lapangan kerja dan peluang ekonomi bagi Indonesia dan para pengusaha.

Upaya mempercepat proses investasi digital sejalan dengan visi Presiden Joko Widodo dalam menciptakan Indonesia yang adil, makmur dan berkelanjutan, “Ekosistem TIK yang kuat akan menciptakan efek positif yang akan memperkuat ketahanan ekonomi, mendukung pengembangan sumber daya manusia,” imbuhnya.

Menteri Johnny juga menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur TIK di Indonesia telah telah dilakukan secara besar-besaran, bekerja sama dengan sektor swasta. “Kami telah membangun lebih dari 348.000 km panjang tulang punggung serat optik nasional, baik kabel darat maupun kabel bawah laut, dan hampir 480.000 base transceiver stations (BTS) di seluruh negeri. Selain itu, lima satelit multi-fungsi telah orbit untuk menutupi titik-titik kosong (wilayah 3T),” ujarnya.

Dalam rangka mengimbangi dunia global yang bergerak begitu cepat, pemerintah juga mengembangkan teknologi 5G. Oleh karena itu, pemerintah terus proaktif untuk memastikan masyarakat Indonesia saling terhubung satu sama lain melalui pengembangan teknologi 5G, “Ini menjadi prioritas kami, karena kami memiliki tanggung jawab untuk memenuhi permintaan spektrum 737MHz pada tahun 2020, dan akan meningkat hingga 1310 MHz sebelum 2024,” tegasnya. (eko)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER