Minggu, 7 Agustus 2022 | 22:27 WIB

Mempermudah Masyarakat Bertransaksi, Telkom Ikut Pekan QRIS

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Mulai 1 Januari 2020 lalu, Bank Indonesia (BI) mewajibkan seluruh penyedia layanan pembayaran nontunai menggunakan QR Code. Pada 9 Maret-15 Maret digelar Pekan QRIS.

QRIS (dibaca Keris) merupakan akronim dari Quick Response (QR) Code Indonesian Standard. Artinya, QR Code ini merupakan standar yang harus digunakan saat bertransaksi menggunakan nontunai, baik oleh merchant maupun pengguna.

Kepala Departemen Penyelenggaraan Sistem Pembayaran BI, Pungky P. Wibowo mengatakan, jika QRIS menjadi standar pembayaran di Indonesia karena banyak pertimbangan. Terutama kemudahan bagi pengguna maupun merchant.

Dari segi konsumen, tidak harus membawa uang banyak, bisa menggunakan smartphone sebagai dompet elektronik untuk melakukan transaksi dari penyelenggara jasa sistem pembayaran. “Dengan menggunakan satu QRIS terkoneksi dengan satu sama lain,” katanya dalam rilis akhir pekan lalu.

Sedangkan manfaat bagi merchant, kemudahan pembayaran tagihan, retribusi, dan pembelian barang secara nontunai. Selain patuh dan mengikuti program pemerintah, merchant juga tidak perlu menggunakan mesin electronic data capture (EDC) dalam jumlah banyak. Pemandangan mesin EDC yang berderet di meja kasir, tidak akan terlihat lagi jika QRIS diterapkan.

Menurut data BI, saat ini sudah ada 1,6 juta toko yang mengadopsi QRIS. Bahkan platform fintech pun sudah mengadopsinya, mulai dari OVO, LinkAja, sampai Dana. Pekan QRIS mengajak perbankan dan industri dan pemegang lisensi uang elektronik. Pameran ini mengedukasi pengguna dan merchant, khususnya menargetkan mereka yang bersentuhan langsung dengan transaksi ritel.

Ada sosialisasi above the line dan below the line, bukan hanya untuk masyarakat umum dan milenial, tapi juga segmen khusus, khusususnya tempat ibadah, sekolah universitas dan pasar tradisional. “Kami ingin memberikan penjelasan dengan simple, mereka melihat lalu mempraktekkan,” ujar Pungky.

Dalam perhelatan ini, aplikasi pembayaran buatan Metranet, QRen, juga ikut serta. Aplikasi QRen dari Metranet yang merupakan entitas anak usaha PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) ini terlibat aktif mendukung Pekan QRIS di 18 kota. “Kegiatan kami adalah memasang banner di tiap kota pada kantor Telkom, akuisisi merchant dan event bersama BI wilayah itu,” ujar Direktur Digital Business Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi.

QRen merupakan layanan yang menghubungkan merchant (penjual) dengan issuer (penerbit alat bayar). Tujuannyqq memberikan kemudahan bagi pembeli melakukan pembayaran secara mobile  menggunakan teknologi QR code. (mrz)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER