Selasa, 9 Agustus 2022 | 13:55 WIB

Ini Strategi Keuangan Agar Tetap Sehat Saat Wabah Corona Mengintai

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Pertengahan Maret lalu, World Health Organization (WHO) menetapkan virus corona baru atau Covid-19 sebagai pandemi. Imbauan pemerintah agar mulai mengurangi aktivitas luar rumah berdampak signifikan bagi pergerakan ekonomi. Tercermin pergerakan pasar modal dalam satu bulan belakangan yang terus lesu.

Hal ini tentu menimbulkan keresahan bagi investor dan masyarakat pada umumnya. Terutama dalam membangun kembali optimisme di tengah terhambatnya arus perekonomian.

Direktur, Chief Investment Officer PT Jagartha Penasihat Investasi (Jagartha Advisors), Erik Argasetya berpendapat, masyarakat perlu lebih bijak mengatur keuangan. Baik mereka yang aktif sebagai investor, maupun publik yang belum familiar dengan pasar modal. Erik merekomendasikan beberapa perlakuan keuangan.

1. Tingkatkan dana darurat. Para ahli kesehatan memperkirakan, perlu waktu yang tidak sebentar hingga pandemi mereda sampai mencapai titik normal. Investor perlu mengalokasikan lebih banyak dana darurat rentang waktu tiga bulan hingga enam bulan ke depan. Dana darurat dapat dengan memegang cash secara langsung atau dialokasikan di tabungan, deposito atau reksa dana pasar uang.

2. Review dan rebalance portofolio. Lakukan review berkala sesuaitujuan investasi masing-masing investor. Saat menentukan tujuan investasi di awal, maka alokasi aset ditentukan dengan mengisi sebuah pertanyaan investment risk profiler. Namun, satu hal yang harus diingat, risk profile investor dapat berubah sesuai tujuan investasi yang berubah, usia, kondisi finansial dan kondisi pasar seperti yang terjadi saat ini.

3. Momentum Investing. Jika sudah review dan rebalancing portfolio dan masih ada sisa dana, tidak ada salahnya melakukan momentum investing. Penurunan pasar saham yang sudah “diskon besar-besaran” memberikan banyak kesempatan bagi para investor membangun portofolio.
Aksi beli, jika dilakukan secara tepat sangat berpeluang memberikan keuntungan. Meskipun masih dilanda kekhawatiran, secara historis ada beberapa sektor yang cenderung bersifat defensif. Seperti sektor konsumer dan kesehatan. Menariknya, karena imbauan bekerja, belajar dan beribadah dari rumah, emiten telekomunikasi yang mungkin dapat diuntungkan dengan tingginya permintaan data internet.

Secara jangka panjang pasar saham akan selalu kembali rebound. Dengan melihat kondisi pasar terkini, investor dapat memanfaatkan situasi ini untuk membeli produk investasi berbasis saham. Mengingat harga saham yang rendah dan membiarkannya hingga kondisi pasar kembali membaik.

4. Diversifikasi. “Diversification is Key in Investing”. Saat ini sudah banyak pilihan lain untuk berinvestasi selain di instrumen pasar modal modal seperti saham, obligasi dan reksadana. “Diversifikasi investasi melalu investasi alternatif yang marak ditawarkan fintech dapat menjadi pilihan diversifikasi yang baik bagi para investor. Namun, pastikan investor untuk berinvestasi hanya di produk investasi dan penyelenggara yang menyediakan produk investasi yang telah tedaftar dan mendapatkan izin dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK),” imbau Erik, Selasa (24/3).

5. S3hat pangkal bahagia dan kaya. Jaga kesehatan diri masing-masing dan tingkatkan empati untuk membantu sesama. Masih banyak orang yang tidak terlalu beruntung memiliki pilihan di masa isolasi seperti ini. Karenanya, memiliki empati dan saling membantu semampunya akan sangat baik untuk membesarkan hati mereka yang sedang kesulitan. “Apakah gunanya kekayaan jika kita tidak mempunyai kesehatan dan berbagi dengan sesama” tutup Erik.

Jagartha Advisors adalah perusahaan penasihat investasi yang independen yang terdaftar dan diawasi OJK. Jagartha Advisors fokus memberikan jasa penasihat investasi yang independen, bagi korporasi lokal, individu, lembaga keuangan, serta korporasi luar negeri. (mrz)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER