Jumat, 9 Desember 2022

Wabah Corona Bikin Pertumbuhan Kredit Melambat dan Kualitas Aset Melemah

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Sinyal pelemahan ekonomi mulai menyala. Mengutip situs Bank Mandiri, Office of Chief Economist Bank Mandiri, pertumbuhan kredit perbankan menunjukkan perlambatan dan kualitas aset mulai melemah pada Februari, kare a ampak penyebaran virus corona atau COVID-19.

Dana pihak ketiga (DPK) perbankan tumbuh sebesar 6,80% yoy. Lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan kredit.

Selain itu, sepanjang Februari 2020 industri asuransi berhasil menghimpun premi sebesar Rp 46,5 triliun. Tumbuh sebesar 4,73% yoy.

Likuiditas cenderung longgar karena perlambatan pertumbuhan kredit. Liquidity coverage ratio dan rasio alat likuid/non-core deposit pada Februari 2020 masing-masing sebesar 212,30% dan 108,12%. Jauh di atas threshold masing-masing sebesar 100% dan 50%.

Otoritas Jasa Keuangan telah dan akan mengeluarkan berbagai kebijakan di sektor perbankan, pasar modal dan industri keuangan non bank. Kebijakan stimulus di sektor perbankan sudah berjalan. Antara lain penilaian kualitas kredit, pembiayaan, penyediaan dana lain hanya berdasarkan ketepatan pembayaran pokok dan/atau bunga untuk kredit sampai dengan Rp 10 miliar. Dan peningkatan kualitas kredit/pembiayaan menjadi lancar setelah direstrukturisasi.

Ke depan, ketidakpastian kondisi perekonomian global dan domestik masih cukup tinggi. Dana Moneter Internasional (IMF) menyatakan,pandemi COVID-19 telah mendorong ekonomi global ke dalam resesi yang mungkin lebih buruk daripada tahun 2009. (hlm)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER