Kamis, 18 Agustus 2022 | 17:04 WIB

Bidik Bisnis Remitansi, Zendmoney Patok Fee Tetap

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan jasa remitansi di Indonesia menunjukkan peningkatan. Penerimaan devisa dari pekerja migran Indonesia di luar negeri meningkat 25,22% di tahun 2018 dibandingkan tahun sebelumnya atau bernilai US$ 10,97 miliar. Setara dengan Rp 153,6 triliun.

Namun metode konvensional masih mendominasi remitansi itu. Nah, Zendmoney mengoptimalisasi teknologi dan mengunakan inovasi digital untuk menghasilkan remitansi berbasis teknologi yang cepat, lebih terjangkau dan aman.

Pekan lalu, Bong Defendy, CEO dan Co-Founder Zendmoney mengatakan, di tengah kondisi pandemi saat ini, kebutuhan layanan transfer dana yang cepat, lebih terjangkau dan aman menjadi lebih krusial. Terutama bagi pekerja migran serta usaha kecil dan menengah (UKM). Zendmoney hadir sebagai usaha remitansi berbasis teknologi yang memudahkan pengiriman uang.

Zendmoney memberikan biaya pengiriman dengan pendekatan flat fee sehingga terjangkau bagi semua pengguna. “Kebanyakan jasa remitansi konvensional menerapkan tarif transfer dana berdasarkan persentase nilai yang dikirim. Zendmoney menerapkan tarif flat fee. Kami paham kebanyakan pengguna kami pekerja migran dan UKM yang mungkin akan terbeban dengan biaya transfer,” terang Bong Defendy. (eko)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER