Rabu, 10 Agustus 2022 | 00:53 WIB

Implementasi Kartu Prakerja, PHRI Menggandeng Cakap

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Direktur Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian
Ketenagakerjaan, B Satrio Lelono mencatat, 2,8 juta pekerja terkena pemutusan hubungan kerja (PHK)
dan dirumahkan akibat pandemi COVID-19. Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Energi Provinsi DKI Jakarta, mencatat 16.065 pekerja terkena PHK dan 72.770 pekerja dirumahkan tanpa menerima gaji.
Sektor hotel dan restoran menjadi sektor paling rentan, setelah 1.642 hotel menutup operasional.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), Hariyadi B S Sukamdani, menjelaskan, sektor hotel dan restoran mengalami potensi hilangnya pendapatan devisa sektor pariwisata Januari – April sebesar US$ 4 miliar. “Potensi hilangnya pendapatan hotel dan restoran dari konsumen domestik sedikitnya Rp 60 trilliun,” kata Hariyadi, Selasa (21/4).

Nah, PHRI menggandeng Cakap, perusahaan rintisan teknologi di bidang edukasi berbasis aplikasi digital, melalui program Cakap for Hospitality. Program ini mengakomodir serta mendukung pelaku usaha pariwisata dan perhotelan. Mereka memanfaatkan program bantuan pemerintah melalui program Kartu Prakerja. Selain sebagai penyedia platform, Cakap juga sebagai lembaga pelatihan di ekosistem mitra penyedia pelatihan program Kartu Prakerja.

Hariyadi menambahkan, dengan kartu Prakerja sangat membantu para pekerja yang di PHK mendapatkan insentif tunai dan kesempatan meningkatkan kompetensi profesi. . PHRI dan Cakap akan menyediakan sertifikat bagi peserta pelatihan hospitality ang mendaftar menggunakan Kartu Prakerja. (sya)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER