Selasa, 9 Agustus 2022 | 15:08 WIB

Sempat Terjadi Antrean ATM, Ternyata Bank Banten akan Merger ke Bank BJB

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Pada Rabu (22/4) sempat terjadi antrean mengular di ATM Bank Banten di wilayah Serang. Nasabah menarik uang mereka khawatir Bank Banten kehabisan uang setelah kas daerah Pemerintah Provinsi Banten dipindahkan ke Bank BJB.

Rupanya perpindahan kas daerah itu tak lepas dari rencana merger Bank Banten ke Bank BJB. OLtoritas Jasa Keuangan (OJK) segera memproses permohonan rencana penggabungan usaha PT Bank Pembangunan Daerah Banten Tbk (Bank Banten) ke PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten Tbk (Bank BJB).

Rencana tersebut dituangkan dalam Letter of Intent (LoI) yang ditandatangani Kamis (23/4). Penandatanganan dilakukan oleh Gubernur Banten Wahidin Halim selaku Pemegang Saham Pengendali Terakhir Bank Banten dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil selaku Pemegang Saham Pengendali Terakhir Bank BJB. Hal-hal teknis LoI akan ditindaklanjuti perjanjian kerjasama kedua pihak.

Dalam kerangka LoI, Bank Banten dan Bank BJB melaksanakan kerjasama bisnis. Termasuk dukungan Bank BJB terkait kebutuhan likuiditas Bank Banten. Antara lain menempatkan dana line money market dan/atau pembelian aset yang memenuhi persyaratan tertentu, secara bertahap.

Dalam proses pelaksanaan penggabungan usaha, Bank BJB akan melakukan due diligence. OJK meminta Bank BJB dan Bank Banten segera melaksanakan tahap-tahap penggabungan usaha sesuai ketentuan.

OJK menegaskan, selama proses penggabungan usaha, Bank Banten dan Bank BJB tetap beroperasi secara normal. “OJK mendukung dan menyambut baik rencana penggabungan usaha kedua bank ini sebagai upaya penguatan perbankan nasional dan menjaga stabilitas sistem keuangan,” kata Deputi Komisioner Humas dab Logistik OJK, Anto Prabowo, dalam rilis, Kamis (23/4). (mrz)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER