Sabtu, 3 Desember 2022

Dukung Bisnis Tetap Bertahan Saat Wabah Corona, Likuid Projects Membeli Beragam Voucher Milik Brand Lokal

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Perusahaan teknologi finansial Inovasi Keuangan Digital penyelenggara pembiayaan proyek (project financing) industri kreatif dan gaya hidup, PT Likuid Jaya Inovasi (Likuid Projects) terlibat gerakan wirausaha sosial (sociopreneurship) mendukung brand lokal. Penggagas gerakan ini adalah TADA, customer retention platform (CRP) berbasis teknologi. TADA menawarkan solusi bagaimana bisnis meretensi pelanggan dengan fitur membership, subscription, referral, dan digital voucher.

Gerakan ini memungkinkan kolaborator Likuid Projects memiliki voucher belanja dari beberapa merek lokal di berbagai bidang usaha. Mulai dari kuliner, hotel, sampai kesehatan yang disponsori oleh Likuid Projects. Voucher ini dapat dipakai oleh kolaborator dalam jangka waktu tertentu ketika ekonomi sudah mulai membaik. 

Gerakan ini diyakini membantu kelangsungan usaha merek lokal yang bisnisnya tergerus perlambatan ekonomi akibat wabah corona. CEO dan Founder Likuid, Kenneth Tali mengatakan, wabah COVID-19 diproyeksi menjadi bencana finansial besar bagi brand lokal yang mayoritas bergerak di industri kreatif. Likuid Projects akan membeli sejumlah voucher belanja yang ada di dalam platform #SupportLocalBrandsID untuk dibagikan kepada mitra yang menempatkan pembiayaan di platform Likuid Projects. “Dengan pembelian oleh Likuid memberikan tambahan cashflow kepada merek-merek yang harus mempertahankan usahanya selama pandemi,” ujarnya, Jumat (24/4).

Penurunan aktivitas transaksi konsumen selama pandemi tercermin dalam Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Bank Indonesia bulan Februari 2020. Survey ini menunjukkan penurunan sebesar 0,4 poin dari bulan sebelumnya yang sebesar 121,7 poin menjadi posisi 117,7 poin. Sementara itu, Pusat Penelitian Ekonomi LIPI (P2E LIPI) memproyeksikan, unit usaha makanan dan minuman akan melorot 27%. 

Managing Director dan Founder TADA, Antonius Taufan menyampaikan, melalui gerakan ini, baik konsumen dan pemilik bisnis sama-sama memperoleh manfaat. Konsumen dapat membeli lebih awal kupon dari ratusan merek lokal. Kupon ini bisa digunakan saat layanan tersedia atau bisnis buka kembali. Sementara itu, para pemilik bisnis dapat mempertahankan usaha mereka dengan pemasukan dari hasil penjualan kupon ini.

Soalnya tetap ada pengeluaran rutin seperti membayar sewa tempat, gaji karyawan dan stok bahan baku. “Apabila tidak didukung dengan pemasukan yang sepadan, semakin banyak usaha terancam gulung tikar. Padahal di situasi normal, merek-merek ini boleh jadi memiliki basis konsumen yang kuat,” kata Antonius.

Likuid membeli beberapa voucher dari merek yang sudah memiliki image baik di konsumen, misalnya HONU, Puyo, dan Ann’s Bakehouse. “Voucher ini akan kami berikan sebagai perks (keuntungan tambahan) kepada kolaborator yang melakukan transaksi pembiayaan perdananya di platform kami. Harapannya, pembelian voucher ini bisa  memberikan tambahan modal bagi pelaku bisnis agar mereka mampu beroperasi seperti biasa di tengah situasi sulit ini,” terang Kenneth.

Sejak peluncuran di Februari 2020, Likuid Projects memiliki lebih dari 4.500 user dalam daftar tunggu platformnya (subscribers) untuk menjadi kolaborator pembiayaan proyek-proyek kreatif dan lifestyle. Minat masyarakat terhadap bisnis industri kreatif masih sangat potensial, meskipun di tengah situasi wabah COVID-19 ini. (eko)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER