Minggu, 7 Agustus 2022 | 23:13 WIB

Hai Pelaku Bisnis, Inilah Lima Strategi Bertahan Selama Wabah Corona

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Wabah corona alias COVID-19 memberikan berdampak besar bagi perekonomian Indonesia, khususnya usaha mikro, kecil dan menegah (UMKM). Ketua Umum Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI), Afifuddin Suhaeli memperkirakan, pengusaha di setiap sektor telah mengalami kerugian hingga 20% sejak kasus pertama korban positif corona di Indonesia.

Meminimalisir kerugian, ada baiknya simak beberapa strategi agar bisnis Anda tetap berjalan dengan baik selama wabah COVID19:

  • Periksa kondisi keuangan
    Tidak ada yang bisa memastikan kapan wabah COVID-19 ini berakhir. Lakukan pemeriksaan mendalam terhadap kondisi keuangan bisnis Anda. Hal yang perlu Anda pastikan, posisi likuiditas bisnis. Likuiditas adalah sejumlah dana atau aset likuid yang cepat Anda gunakan untuk membayar kewajiban jangka pendek. Termasuk untuk keperluan dalam keadaan darurat (emergency fund). Anda harus memastikan likuiditas yang Anda miliki dan seberapa lama likuiditas tersebut menghidupi bisnis Anda.
  • Periksa status aset dan utang
    Buatlah rincian mencakup jumlah aset dan utang Anda. Kemudian, kurangi jumlah aset dengan utang Anda. Dengan begitu, Anda dapat memproyeksikan keberlangsungan usaha Anda. Salah satu dukungan pemerintah untuk UMKM adalah program restrukturisasi pinjaman untuk membantu meringankan dampak wabah COVID-19 terhadap bisnis.
  • Buatlah business plan baru
    Setelah memproyeksikan keberlangsungan usaha Anda, buatlah business plan baru. Isinya
    strategi pemasaran, strategi distribusi, sistem pemodalan dan pola pengeluaran. Dengan begitu, Anda dapat meningkatkan kemampuan usahauntuk bertahan saat kondisi keuangan sulit. Anda dapat mencoba digital marketing untuk menghemat bujet promosi dan strategi distribusi untuk memperluas jangkauan bisnis Anda
  • Catat pola pengeluaran
    Pengeluaran sendiri terbagi menjadi empat pos. Yaitu primer, terkait biaya operasional, kewajiban berkaitan upah atau gaji pekerja, sekunder dan investasi. Tandai beberapa pengeluaran sekunder dan alihkan pengalokasian pengeluaran tersebut untuk modal tambahan atau investasi
  • Lakukan manajemen risiko
    Adapun beberapa strategi manajemen risiko. Seperti menanggung sendiri kerugian yang mungkin disebabkan sebuah risiko, menghindari risiko dan mengurangi potensi risiko. Terakhir adalah mengalihkan pengelolaan risiko dan kerugian yang mungkin timbul kepada pihak kedua.

    Senada dengan hal tersebut, Chief Risk Officer Adira Insurance, Musi Samosir mengatakan, dalam kondisi tidak biasa seperti saat ini, lakukan review atas kondisi kegiatan bisnis Anda dan apabila diperlukan lakukan perubahan untuk beradaptasi dengan kondisi lingkungan termasuk dengan meminimalisasi pengeluaran. Selain itu, agar semakin aman dan tenang, periksa kembali perlindungan asuransi aset-aset berharga termasuk tempat usaha Anda. “Dengan mengasuransikan aset-aset berharga, Anda dapat memitigasi potensi kerugian yang mungkin muncul jika terjadi suatu hal yang tidak diinginkan,” kata Musi, Selasa (28/4).

    Produk asuransi Arthacillin Adira Insurance, memberikan perlindungan tempat usaha Anda
    beserta isinya dari risiko-risiko seperti kebakaran, petir, ledakan, kejatuhan pesawat, asap,
    kerusuhan, pembongkaran maupun tanah longsor. Tidak hanya itu, melalui asuransi ini pelanggan juga mendapatkan jaminan akibat kecelakaan yang menyebabkan kematian dan cacat tetap bagi tertanggung dan anggota keluarga. (mrz)
ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER