Senin, 15 Agustus 2022 | 04:43 WIB

Saat Wabah Corona, Pembiayaan Baru BFI Finance Naik 20,7% Menjadi Rp 4 Triliun

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | BFI Finance menorehkan performa baik di tengah wabah corona. Di kuartal I-2020 nilai pembiayaan baru BFI Finance sebesar Rp 4 triliun. Naik 20,7% dibandingkan periode yang sama di 2019 sebesar Rp 3,4 triliun.

Kenaikan ini turut mengerek nilai pendapatan sebesar 10,1% menjadi Rp 1,4 triliun. “BFI Finance mencatat nilai pembiayaan baru sebesar Rp 3 triliun di dua bulan pertama 2020. Namun sejak kasus positif COVID-19 di 2 Maret, kami memutuskan 0 memperketat penyaluran pembiayaan sebagai antisipasi atas kondisi ekonomi dan risiko bisnis yang timbul karena dampak dari pandemi ini di bulan-bulan mendatang,” ujar Direktur Keuangan dan Sekretaris Perusahaan BFI Finance, Sudjono, Selasa (28/4).

Sementara total laba Rp327,9 miliar, turun 2,7% dari kuartal pertama 2019. Penurunan karena BFI membentuk cadangan 70% piutang, mengantisipasi penurunan ekonomi yang berpotensi meningkat kredit macet.

Per 31 Maret 2020, BFI Finance mencatatkan non-performing financing (NPF) 1,1%. Sementara cadangan kerugian mencapai 3,1 kali NPF atau sekitar 3,55% dari nilai aset produktif perusahaan. “Jumlah ini diharapkan menjadi buffer, antisipasi pemburukan NPF di tengah pandemi Covid-19,” ungkap Sudjono.

Porsi pembiayaan kendaraan roda empat masih mendominasi dengan kontribusi 68,7% Menyusul pembiayaan kendaraan roda dua sebesar 21,2%, alat berat dan mesin sebesar 8,7%, dan sisanya pembiayaan dengan agunan properti (property-backed financing), serta pembiayaan syariah.

Total piutang pembiayaan sebesar Rp18,7 triliun, naik 3,1% dari sebelumnya sebesar Rp18,1 triliun. Kenaikan ini berkontribusi positif terhadap peningkatan total aset di kuartal pertama 2020 sebesar Rp19,7 triliun atau naik 6,6% year on year.

Kepercayaan perbankan juga masih solid. Di bulan Maret lalu, BFI Finance memperoleh pinjaman sindikasi US$ 100 juta. “Hal ini mencerminkan kepercayaan dan hubungan dengan mitra perbankan. Sehingga perusahaan terus bertumbuh sesuai dengan rencana,” tambah Sudjono. (sya)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER