Jumat, 19 Agustus 2022 | 12:59 WIB

Masih Bekerja dari Rumah? Berikut Tips Agar Tetap Produktif

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Survei Lenovo menunjukkan, 15 tahun terakhir, karyawan yang bekerja rutin dari rumah tumbuh 159% di Amerika. Hal sama juga terjadi di berbagai negara di Asia, termasuk di Indonesia.

Menurut survei Jakpat pada 18 Maret-21 Maret 2020 sebanyak 33% karyawan di Jabodetabek memulai bekerja dari rumah. Bahkan sebelum ketentuan resmi pemerintah terkait berkegiatan dari rumah.

Dengan pola kerja baru ini, perusahaan membutuhkan investasi perangkat teknologi cerdas guna mendukung work from home (WFH). “Penggunaan teknologi cerdas dipadukan aplikasi kolaborasi akan membantu pekerja meraih produktivitas selayaknya bekerja dari kantor. Di Lenovo, kami menyediakan teknologi cerdas. Baik profesional muda, pemula hingga mereka yang membutuhkan perangkat dengan kecanggihan lebih,” kata Budi Janto, Country General Manager Lenovo Indonesia, Kamis (30/4).

Lenovo memberikan tips bekerja di rumah

  • Tetapkan jadwal kerja yang fleksibel. Mulai dan akhiri pekerjaan pada waktu yang sama setiap hari akan membantu Anda memisahkan waktu profesional dan pribadi. Pahami orang lain mungkin juga bekerja dari rumah. Di sinilah headphone ekstra peredam bising dapat berguna.
  • Tetapkan beberapa batasan. Penelitian Lenovo menemukan 61% karyawan merasa produktif atau lebih ketika bekerja dari rumah vs bekerja di tempat lain. Alasan utama karyawan tidak melakukan dalam kondisi normal atau merasa kurang produktif bekerja di rumah, adalah gangguan. Seperti suara TV atau ketidakmampuan memisahkan pekerjaan dan kehidupan keluarga. Tetap berlakukan jam istirahat. Di lingkungan tempat kerja orang tidak bekerja penuh 100%.
  • Sering berkomunikasi, ini mungkin norma baru. Karyawan tidak yakin seberapa baik operasi bisnis normal jika bekerja dari rumah. Komunikasi jelas dan terbuka sangat penting selama periode transisi ini. Kirim pesan instan kepada seseorang, atau minta mereka mengikuti obrolan video untuk membicarakan sesuatu selama lima menit. Di kantor Anda dapat berbalik dan mengetuk bahu seseorang jika Anda memiliki pertanyaan. Dari rumah, Anda harus menggunakan teknologi untuk menjembatani koneksi itu.
  • Bekerja berbeda dari rumah. Di kantor, Anda dapat mulai di meja Anda, pindah ke ruang ngerumpi, beralih ke sofa, atau pergi ke treadmill berjalan jika perusahaan Anda memilikinya. Demikian pula, ketika bekerja dari rumah. Pilih tempat di rumah Anda untuk menjadikan “basis kantor” Anda di rumah.
  • Tetaplah bersosialisasi secara remote. Banyak orang mempertanyakan visibilitas ketika bekerja dari rumah. Anda tidak memiliki kesempatan untuk bertemu dengan rekan kerja. Sehingga, anda harus menciptakan visibilitas tersebut. Jangan pernah meremehkan kekuatan ruang obrolan atau jendela pesan instan. Orang-orang perlu menggunakan teknologi lebih sering untuk memaksakan sosialisasi kantor. (yof)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER