Sabtu, 3 Desember 2022

Kejahatan Siber Marak, Allianz Perkuat Keamanan Data dan Meraih ISO 27001

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Di era digital, data menjadi sangat berharga. Tapi, pemerintah dan DPR tahun ini baru membahas Rancangan Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi. Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo) ingin memastikan setiap perusahaan yang melakukan transaksi elektronik wajib mendaftarkan sistem elektroniknya.

Hal ini sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 71/2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PP PSTE). PT Asuransi Allianz Life Indonesia (Allianz Life) dan PT Asuransi Allianz Utama Indonesia (Allianz Utama) sebagai perusahaan asuransi yang menyelenggarakan sistem elektronik lingkup privat senantiasa berupaya memenuhi ketentuan dalam PP PSTE. Untuk meningkatkan tata kelola keamanan data, Allianz Life dan Allianz Utama, berkomitmen penuh atas keamanan sistem informasi dan data. Korporasi asal Jerman ini sukses meraih Sertifikat ISO 27001:2013.

Sertifikasi ini merupakan penilaian standar internasional terhadap sistem tata kelola keamanan informasi dan perlindungan data. “Nasabah fokus utama kami, standardisasi tata kelola sistem informasi penting untuk ditingkatkan,” kata Mike Sutton, Chief Digital Officer Allianz Life Indonesia, Jumat (8/5).

Di era digital saat ini, keamanan siber masih menjadi tantangan di Indonesia. Sedangkan data dan sistem informasi merupakan aset perusahaan yang sangat penting. Terlebih sejak pandemi COVID-19 melanda Indonesia, sebagian besar perusahaan ‘dipaksa’ melakukan bisnis dari rumah atau work from home. Hal ini membuat masyarakat semakin bergantung kepada teknologi digital. Sehingga ancaman terhadap keamanan cyber semakin banyak.

Ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab berusaha mengakses secara ilegal data perusahaan. Bahkan tidak jarang data tersebut dijual kembali ke pihak lain. Perusahaan yang telah tersertifikasi ISO 27001 berarti telah melakukan langkah-langkah untuk mencegah pelanggaran data dan melindungi perusahaan dari ancaman siber.

“Dengan sertifikasi ISO 27001:2013, kami berharap perusahaan mampu meningkatkan kemampuan sistem teknologi informasi sekaligus melindungi informasi nasabah dan karyawan, mengelola risiko keamanan informasi secara efektif, mencapai standar kepatuhan yang telah ditentukan perusahaan, serta menjaga reputasi perusahaan,” kata Harry Sible, Head of Information Technology Allianz Utama Indonesia.

Untuk Allianz Life, lingkup proses yang mendapatkan sertifikasi adalah perlindungan data nasabah untuk penerbitan polis secara elektronik atau digital pada produk asuransi jiwa individu. Sedangkan Allianz Utama, lingkup proses yang telah tersertifikasi adalah perlindungan data nasabah untuk layanan penerbitan polis secara elektronik atau digital pada produk asuransi kendaraan paket standar. (sya)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER