Sabtu, 10 Desember 2022

Meski Operasional Membaik, Laba Bersih Bank Permata Melorot

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Bank Permata mempertahankan pertumbuhan aset dan pendapatan operasional di tengah situasi pandemi COVID-19. Dalam kuartal I 2020, PermataBank membukukan pendapatan operasional Rp 2,1 triliun, tumbuh 15,5% dibanding periode sama tahun lalu. 

Pendapatan bunga bersih Rp1,6 triliun bertumbuh 15,5% year on year (yoy) sejalan pertumbuhan kredit yang diberikan sebesar 5,7% yoy. Pertumbuhan kredit ini terutama dikontribusikan segmen Wholesale banking.

Pendapatan berbasis biaya tumbuh sebesar 15,8% yoy. Terutama dikontribusikan keuntungan dari transaksi perdagangan valuta asing (valas) dan pertumbuhan pendapatan berbasis biaya dari komisi, provisi dan administrasi terkait transaksi perbankan. 

Beban operasional naik 3,8% yoy. Laba operasional sebelum cadangan kerugian penurunan nilai meningkat 37,4% yoy menjadi Rp 865 miliar. Rasio efisiensi Cost to Income (CIR) sebesar 58,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 65,1%.

Dana murah meningkat

Peningkatan rasio BOPO menjadi 94% dari 88% di periode yang sama tahun lalu. Terutama peningkatan cadangan kerugian penurunan nilai aset keuangan, sejalan penerapan PSAK 71, efektif berlaku di 1 Januari 2020. 

Pemerintah menurunkan tarif pajak penghasilan badan dari 25% menjadi 22% efektif sejak tanggal 31 Maret 2020. Bank menyesuaikan penurunan aset pajak tangguhan yang berakibat pada peningkatan beban pajak tangguhan sebesar Rp216 miliar.

Dengan mengecualikan dampak COVID-19 terhadap peningkatan cadangan kerugian penurunan nilai dan dampak penurunan tarif pajak penghasilan badan terhadap penurunan nilai aset pajak tangguhan, laba bersih Bank setelah normalisasi mengalami sedikit peningkatan dari Rp3 77 milar menjadi Rp 378 miliar. Besarnya beban Permata menyebabkan laba bersih turun dari Rp 377,36 miliar di kuartal |-2019 menjadi Rp 1,37 miliar di kuartal I-2020.

Dana pihak ketiga tumbuh 11,4% yoy.  Secara umum rasio likuiditas loan to deposit (LDR) Bank tetap terjaga di kisaran 79,9%. Marjin bunga atau net interest margin  (NIM) yang mengalami peningkatan menjadi 4,6% dari sebelumnya 4% .

Rasio non performing Loan (NPL) gross turun 3,2% dibandingkan Maret 2019 pada 3,8%. Common Equity Tier 1 (CET-1) dan Capital Adequacy Ratio (CAR) Maret 2020 sebesar 18,4% dan 19,6%, dibanding 18,3% dan 19,9% pada periode yang sama tahun lalu. Lebih tinggi dari ketentuan regulasi mengenai modal minimum sebesar 12,5%. 

Ridha DM Wirakusumah, Direktur Utama PermataBank mengatakan, pada kuartal pertama, pihaknya terus menerapkan prinsip kehati-hatian. “Kemampuan mencetak pertumbuhan kredit, dana pihak ketigal di tengah kondisi perekonomian yang sulit ini menunjukkan kami terus memainkan peranan penting dalam mendukung nasabah kami ,” terang Ridha, Jumat (8/5). (yof)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER