Sabtu, 10 Desember 2022

Walau Ada Corona, Mastercard Siap Menghubungkan Satu Miliar Orang dengan Ekonomi Digital pada Tahun 2025

BACA JUGA

- Advertisement -

FinTechnesia.com | Saat pandemi corona, Mastercard memperluas inklusi keuangan melalui upaya menjadikan satu miliar orang dan 50 juta usaha mikro dan kecil bagian ekonomi digital pada tahun 2025. Mastercard akan fokus pada penyediaan solusi yang dapat membantu 25 juta pengusaha perempuan mengembangkan bisnis mereka.

Dampak dari virus corona membuat Upaya mendukung pertumbuhan inklusi di Asia Pasifik, semakin penting. Mengingat Asia Pasifik adalah rumah bagi 60% populasi dunia dan merupakan kawasan ekonomi dengan pertumbuhan tercepat Di bulan April, Bank Dunia menyatakan bahwa kurang lebih 24 juta orang akan terbebas dari kemiskinan di wilayah Asia Pasifik Timur pada tahun ini jika tidak ada pandemi.

“Jika ingin pulih dalam jangka panjang dan berkelanjutan, kita harus memastikan semua orang terlibat. Memberikan orang-orang akses ke ekonomi digital adalah bagian penting dari hal tersebut,” kata Ajay Banga, Chief Executive Officer, Mastercard., Jumat (15/5). Menurutnya, ini lebih dari sekedar filantropi. Ini kesempatan mengembangkan dampak sosial yang berkelanjutan secara komersial. Dapat diukur dengan pemerintah dan sektor swasta sebagai mitra, dan dilakukan dengan cara yang dapat membantu masyarakat luas berkembang.

Komitmen baru ini merupakan perpanjangan dari komitmen Mastercard di 2015 yaitu membawa 500 juta orang ke dalam sistem keuangan. Co-President, Asia Pacific, Mastercard Ling Hai menyatakan, bagi usaha kecil dan nenengah (UKM), akses ke ekonomi digital memungkinkan mereka mengelola pengeluaran dan faktur, mengotomatisasi dan mengamankan proses, serta memungkinkan waktu dan sumber daya yang berharga untuk fokus pada aspek lain dalam menjalankan bisnis mereka. “UKM adalah pondasi ekonomi Asia Pasifik. Menciptakan lebih dari 96% dari semua bisnis dan 2/3 pekerjaan pertiga dari pekerjaan di sektor swasta. Membawa mereka ke dalam ekonomi digital adalah sebuah dampak yang besar bagi masyarakat. Kebutuhan untuk segera melakukannya tidak pernah sebesar ini,” terang Ling Hai.

Dalam kurun waktu lima tahun terakhir, Mastercard telah mencapai tujuan awal. Menjadikan 500 juta orang bagian dari ekonomi digital melalui lebih dari 350 program inovatif di 80 negara. Di Indonesia dan India, Mastercard memperkenalkan platfrom kredit mikro. Platform ini membuka akses kredit bagi pemilik toko yang sebelumnya tidak memiliki akses ke sistem keuangan. Hal ini guna memberdayakan pemilik usaha kecil dengan keterampilan yang mereka butuhkan untuk menggunakan kredit secara produktif, Mastercard bermitra dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) memberikan pelatihan literasi keuangan dan digital. Di Indonesia, program ini telah mulai berkembang dengan tujuan mencapai 10.000 toko di lingkungan sekitar pada pertengahan 2020.

Khusus di Indonesia, Mastercard meluncurkan program keterampilan unggulan pertamanya – Mastercard Academy 2.0, yang dirancang untuk melibatkan dan memberikan pengetahuan digital yang penting kepada berbagai segmen populasi. Pada tahun 2022, program ini akan membekali 100.000 anak sekolah, orang dewasa muda, pengusaha dan professional menengah dengan keterampilan digital. (eko)

- Advertisement -
sidebar
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER