Minggu, 7 Agustus 2022 | 23:17 WIB

Busyet, Hackers Mengaku Memiliki Data 200 Juta Masyarakat Indonesia dan Siap Menyebarkan

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Data di era digital adalah ibarat tambang emas. Mungkin seperti itu perumpamannya, kecuali di Indonesia. Akun Twitter Under the Breach. A,yang acapkali memantau kejahatan dunia maya pada Kamis (21/5) kembali memposting Twitter soal kebcooran data di Indonesia.

Under the Breach mencicit, ada hacker yang mengklaim memiliki data lebih dari 200 juta warga Indonesia. Si hacker siap membagikan data tersebut. Jika klaim itu benar, artinya hampir seluruh data masyarakat Indonesia bocor.

Under The Breach juga mengungkap kebocoran data 2,3 juta warga Indonesia. Berdasarkan tangkapan layar Under The Breach di Twitter, pembobol sepertinya berhasil mendapatkan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Data tersebut  berupa Daftar Pemilih Tetap anggota DPR DPD dan DPRD DI Yogyakarta tahun 2014. Juga ada tangkapan layar berupa folder yang diduga berisi data berbagai wilayah di Yogyakarta.  Data  yang dibobol adalah nama, alamat, KTP tanggal lahir, dan masih banyakj lagi banyak lagi. Under the Breach menyebut menurut hacker, data tersebut berasal dari tahun 2013.

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER