Maybank Group Mencatatkan Kenaikan Laba Bersih Kuartal I-2020 Sebesar 13,3% Menjadi RM 2,05 Miliar

FinTechnesia.com | Maybank, bank keempat terbesar di Asia Tenggara dari segi aset, Kamis (21/5) mengumumkan laba sebelum pajak (PBT) Group kuartal I 2020 naik 14,2% menjadi RM 2,8 miliar dibandingkan RM 2,45 miliar periode sama tahun lalu. Didukung kenaikan pendapatan operasional bersih sebesar 14,7%. Laba bersih pada kuartal I naik 13,3% menjadi RM 2,05 miliar dibandingkan dengan RM1,81 miliar tahun lalu.

Pencapaian tersebut mencerminkan pengembalian ekuitas (return on equity) sebesar 10,6% Pendapatan operasional bersih kuartal pertama 2020 sebesar RM 6,72 miliar. Dibandingkan RM 5,86 miliar tahun lalu. Didukung pertumbuhan community financial service dan global banking. Pendapatan berbasis fee bersih tumbuh 53,2% secara tahunan. Ini lantaran keuntungan investasi dan trading, serta diuntungkan dari revaluasi derivatif dan liabilitas keuangan yang lebih tinggi. Namun, pendapatan berbasis dana bersih naik tipis 0,9% mengingat laju ekspansi pinjaman yang lebih lambat dan dampak dari dua pemotongan suku bunga overnight policy (OPR) dalam kuartal tersebut.

Meskipun dampak pandemi COVID-19 belum sepenuhnya terlihat dalam kuartal pertama, Maybank tetap memantau kualitas aset secara ketat. Juga bekerja proaktif dengan nasabah, termasuk menyediakan bantuan, untuk membantu bisnis mereka tetap berkelanjutan.

Maybank memutuskan umengambil langkah-langkah pencegahan. Mengingat disrupsi yang diperkirakan terjadi pada penawaran dan permintaan. Memitigasi risiko, ditambahkan ketentuan yang telah dibuat untuk kemungkinan penurunan nilai pada portofolio kredit yang berpotensi rentan di masa mendatang.

Akibatnya, net impairment losses kuartal tersebut tercatat 60,7% lebih tinggi. Maybank mengambil langkah untuk memastikannya tetap terlindungi dengan baik pada saat terjadi volatilitas yang dinamis di lingkungan operasional dalam beberapa bulan mendatang.

Fokus pada digital banking membantu meningkatkan nilai transaksi moneter melalui Maybank2u masing-masing 23,1%, 40,7% dan 18,3% pada kuartal I di tiga pasar utama Malaysia, Singapura dan Indonesia, dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Mobile banking melalui aplikasi mencatat kenaikan lebih tajam dengan nilai transaksi moneter masing-masing meningkat 98,2% di Malaysia dan 69,4% di Indonesia.

Demikian pula kenyamanan contactless payment, Maybank QRPay melihat volume transaksi tumbuh lebih dari 8 kali di Malaysia dan hampir 5 kali di Indonesia. Nasabah memiliki kemudahan mengajukan moratorium pembiayaan atau program keringanan melalui Maybank2u di Malaysia dan Singapura. Sementara bisnis dapat membuka akun baru secara online di Malaysia dan Indonesia.