Sabtu, 13 Agustus 2022 | 01:55 WIB

Meski Data Terbuka, KPU Harus Tetap Lindungi Data Pemilih dari Hacker

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Masyarakat Indonesia kembali dikejutkan oleh kabar bocornya 2,3 juta pemilih yang diduga berasal dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Akun twitter @underthebreach pertama kali mengabarkan kebocoran tersebut. Pakar keamanan siber, Pratama Persadha menyatakan, saat dicek di Raid Forums, data yang disajikan plain dan bisa di-download member secara gratis.

Data yang disebar di forum internet mencakup nama, jenis kelamin, alamat, nomor KTP dan KK, tempat tanggal lahir, usia, status lajang atau menikah. Data yang disebar pelaku adalah data tahun 2013, setahun sebelum pemilu 2014, sebagian besar data pemilih Yogyakarta. Akun yang menyebarkan di Raid Forums adalah Arlinst.

Baca juga: Wah, Hacker Mengklaim Membobol KPU, Data 2,3 Juta Masyarakat Indonesia Bocor

Pratama menyatakan, data tersebut berbahaya jika disebar dan digunakan pihak tidak bertanggungjawab. Mengingat ada data nomor KTP dan KK. “Data yang disebar tanpa enkripsi sama sekali. Nomor KTP dan KK bersamaan misalnya bisa digunakan untuk mendaftarkan nomor seluler dan melakukan pinjaman online bila pelaku mahir melengkapi data,” jelas Pratama, yang juga Chairman Communication and Informatian System Security Research Center (CISSReC), Jumat (22/5).

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER