Rabu, 10 Agustus 2022 | 00:31 WIB

Penggunaan Internet Selama Pandemi Meningkat, Kejahatan Siber Mengintai, Ini Modusnya

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Pandemi COVID-19 mengubah perilaku masyarakat Indonesia menjadi pengguna aktif internet. Namun hal tersebut tidak seimbang dengan pengetahuan mengenai cara beraktivitas daring dengan aman.

Data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menyebutkan, penggunaan internet meningkat hingga 40%. Akses yang biasanya didominasi dari kawasan perkantoran, kini didominasi dari kawasan pemukiman. Sementara, Centre for Digital Society Universitas Gadjah Mada CfDS UGM mencatat kejahatan siber termasuk penipuan rekayasa sosial juga meningkat. Terutama menyasar pembelanjaan barang medis dan kebutuhan sehari-hari.

Adjunct Researcher CfDS, Tony Seno Hartono menjelaskan, pengetahuan minim mengenai keamanan daring, memperbesar potensi kejahatan penipuan berteknik memanipulasi psikologis (magis). “Teknik ini sifatnya sederhana, tidak perlu meretas sistem namun dampaknya luar biasa. Kami mengamati selama masa pandemi penipuan jenis ini tetap ada dan cenderung meningkat,” kata Tony, Kamis (28/5).

Manipulasi psikologis merupakan teknik lama yang menyasar pengguna yang kurang waspada dalam bertransaksi daring dan memancing korban memberikan informasi pribadi. Seperti nomor rekening, nomor kartu ATM bahkan bisa sampai password dan nama ibu kandung. Umumnya pelaku menggunakan iming-iming atau mengatasnamakan lembaga resmi. “Sekarang mereka biasanya mengatasnamakan aplikasi tertentu atau lembaga tertentu. Dulu modusnya mama minta pulsa atau saudara sedang sakit,” ungkapnya.

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER