Minggu, 7 Agustus 2022 | 22:44 WIB

ADB Kucurkan Pembiayaan Panas Bumi Sebesar US$ 300 Juta

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Asian Development Bank (ADB) telah menyetujui pinjaman US$ 300 juta guna membantu badan usaha milik negara (BUMN), PT Geo Dipa Energi. Kredit itu untuk menambah kapasitas pembangkit listrik panas buminya hingga 110 megawatt di Jawa.

ADB juga akan mengelola pinjaman US$ 35 juta dari Clean Technology Fund (CTF) untuk proyek ini. “Proyek panas bumi ADB akan membantu Indonesia memerangi perubahan iklim. Dan menjadikan sistem kelistrikan negara ini lebih berkelanjutan, andal, dan efisien, sekaligus juga membantu dunia usaha dan konsumen mengakses energi yang terjangkau, andal, dan modern,” kata Winfried F. Wicklein, Direktur ADB untuk Indonesia, pekan lalu.

Indonesia diperkirakan memiliki potensi panas bumi mencapai 29 gigawatt (GW), terbesar di dunia. Saat ini mempunyai kapasitas terpasang panas bumi sebesar 2,1 GW, terbesar kedua di dunia. Operasi sektor swasta ADB telah lama mendukung berbagai proyek panas bumi di Muara Laboh, Rantau Dedap, dan Sarulla. Namun, pengembangan tenaga listrik dari panas bumi masih berlangsung lambat. Terutama karena fase eksplorasi yang mahal, lama, dan berisiko tinggi.

Proyek yang disetujui ADB ini akan mendukung pembangunan dan komisioning dua pembangkit listrik tenaga panas bumi di Dieng di Jawa Tengah, dan Patuha di Jawa Barat, oleh PT Geo Dipa Energi yang berfokus pada eksplorasi, pengembangan, dan pembangkitan listrik tenaga panas bumi. “Proyek Strategis Nasional ini akan meyediakan listrik ramah lingkungan dalam jaringan Jawa Bali dan menurunkan emisi CO2 lebih dari 700,000 ton per tahun,” ungkap Riki Ibrahim, Direktur Utama PT Geo Dipa Energi. (hlm)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER