Pegadaian Dukung Pemerintah Mengembangkan UMKM

FinTechnesia PT Pegadaian (Persero) terus mendukung program pemerintah mengembangkan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Dukungan melalui Pasar Digital UMKM atau PaDi UMKM.

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menunjuk Pegadaian menjadi salah satu dari sembilan BUMN yang terlibat dalam pengembangan platform digital tersebut. Direktur Utama Pegadaian, Kuswiyoto mengatakan penunjukan tersebut bukti nyata perusahaan memiliki peran sebagai agent of development yang terus berupaya mendukung kemajuan UMKM.

Menteri BUMN, Erick Thohir mengatakan,  situasi pandemi Covid-19 bedampak cukup signifikan terhadap sektor UMKM. Berbeda pada tahun 1998 di mana UMKM justru dapat bertahan. Maka membantu UMKM, perusahaan BUMN diminta belanja sampai dengan Rp 14 miliar, prioritas pada sektor UMKM.

“Saya yakin platform PaDi UMKM ini memperluas channel UMKM. Serta membantu mempersiapkan UMKM dalam memasuki new normal melalui transaksi yang akan banyak dilakukan secara digital,” terang Erick, mengutip situs Pegadaian awal pekan ini.

LPaDi UMKM merupakan platform digital yang mempertemukan UMKM dengan perusahaan BUMN. Tujuannya mengoptimalkan, mempercepat dan mendorong efisiensi transaksi belanja BUMN pada UMKM. Serta memperluas dan mempermudah UMKM mendapatkan akses pembiayaan.

Melalui platform PaDi UMKM, BUMN dapat melakukan belanja secara digital. Sehngga lebih cepat, transparan, dan meningkatkan efisiensi. Dengan masuknya UMKM dalam ekosistem PaDi UMKM, dapat memperluas jaringan secara online meningkatnya penjualan atas peningkatan transaksi, serta menjadi suatu experience dalam memasuki dunia transaksi digital. Selain itu, UMKM juga mendapatkan kemudahan akses pembiayaan dari BUMN.

Ada sembilan BUMN yang terlibat dalam pengembangan PaDi UMKM. Antara lain Telkom yang juga sebagai aggregator PaDi UMKM. Dan 8 BUMN lain adalah Pertamina, Pupuk Indonesia, Bank Rakyat Indonesia (BRI), Pegadaian, PNM, PP, Waskita Karya, dan Wijaya Karya. (eko)