BP Tapera Mendukung Milenial Memiliki Investasi Hunian

FinTechnesia.com | Menurut perkiraan Kementerian Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR), sekitar 81 juta generasi milenial yang belum memiliki hunian. Generasi milenial didefinisikan sebagai generasi yang lahir pada tahun 1980 sampai awal tahun 2000-an.

Generasi ini sering dianggap sulik menabung. Tingginya harga rumah membuat generasi milenial patah arang soal memiliki rumah sendiri. Rumah menjadi salah satu bentuk investasi paling ideal. Sebab seiring bertambahnya waktu keterbatasan lahan membuat harga tanah dan bangunan menjadi sangat tinggi.

Berdasarkan data internal Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera) sekitar 280.000 aparatur sipil negara (ASN) muda belum memiliki rumah. Deputi Komisioner Bidang Pengerahan Dana Tapera, Eko Ariantoro berharap, milenial melakukan investasi sejak dini.

Investasi di usia muda sangat penting untuk mempersiapkan masa depan lebih baik. Dengan hadirnya Tapera di Indonesia yang menganut azas gotong royong, dapat membantu mewujudkan kepemilikan rumah pertama, renovasi, dan pembangunan rumah di lahan sendiri. “Tapera menjadi solusi untuk penyediaan dana murah jangka panjang dan berkelanjutan untuk pembiayaan perumahan yang layak huni, kaum milenial tidak perlu khawatir lagi, karena semua keresahan tersebut sudah ada solusinya,” terang Eko, pekan lalu.

Tapera mendukung kaum milenial memiliki investasi hunian sedari muda, dengan pengelolaan dana yang transparan dan sejumlah manfaat yang maksimal bagi pesertanya. Selain itu Tapera juga dapat dijadikan investasi jangka panjang yang dapat dinikmati saat peserta memasuki masa purna tugas.

Pada awal 2021, layanan Tapera akan fokus melakukan pengelolaan kepada ASN dan yang telah menjadi peserta ex-Bapertarum serta pekerja mandiri. Dan selanjutnya akan memperluas kepesertaan pada segmen BUMN/BUMD/BUMDes dan TNI/POLRI. (mrz)