XL Axiata Dukung Perempuan Pelaku Usaha Mikro

FinTechnesia.com | Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga Rabu (12/8) meresmikan peluncuran Kelas Inkubasi Sispreneur. Kelas ini menyasar kalangan perempuan pelaku usaha mikro.

Program kolaborasi Kemen PPPA dengan XL Axiata ini bertekad menghubungkan perempuan pelaku usaha mikro hingga akhir 2020 dengan teknologi digital. Sasaran Sispreneur adalah 200 perempuan pelaku usaha mikro binaan Kemen PPPA.

Menurut Bintang, usaha mikro dapat bertahan dan mampu menyelamatkan ekonomi pada krisis moneter 1997-1998. Melalui adaptasi dengan teknologi dan pemanfaatan e-commerce, perempuan penggerak pelaku usaha mikro berpotensi menguasai pasar. “Saya perlu mengingatkan bahwa perempuan melek digital adalah sebuah keharusan,” ujar Bintang, Kamis (13/8) .

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan, melalui program tersebut, para perempuan pelaku usaha mikro akan mendapatkan bimbingan untuk mengembangkan bisnis kecil dengan memanfaatkan teknologi digital.

“Program kelas inkubasi ini menjadi sangat relevan kami selenggarakan. Agar dapat membantu di dua sisi sekaligus, yaitu sisi perempuan sebagai penggerak ekonomi keluarga dan UMKM agar bisa menopang ekonomi keluarga dan menggerakkan ekonomi di lingkungan sekitarnya,” tutur Dian Siswarini.

Dian menambahkan, teknologi digital menawarkan kesempatan kepada siapa saja untuk mampu memaksimalkan potensi yang dimiliki. DIgital akan memungkinkan mereka untuk menembus pasar yang lebih luas, yang hampir mustahil bisa dijangkau.

Teknologi digital sekaligus akan mempermudah mereka melakukan promosi produk/jasa secara lebih massif melalui kolaborasi dengan para penyedia platform e-commerce/marketplace.

Kelas Inkubasi akan dilaksanakan secara online, menyesuaikan dengan protokol kesehatan. Ada tiga hal pokok mendasar yang diajarkan. Pertama, product ready, yaitu membangun pola pikir seorang perempuan pelaku wirausaha (womenpreneur) menyangkut pengembangan usaha secara nyata, baik dari sisi manajemen keuangan, hingga pemilihan produk.

Kedua, market ready, yaitu mendidik para perempuan pelaku usaha mikro untuk bisa memastikan kualitas produk sesuai target market yang disasar. Ketiga, digital and marketplace ready, mengajarkan para perempuan pelaku usaha mikro cara menggunakan channel promosi agar bisa lebih menjual seperti di platform media sosial.

Para peserta Kelas Inkubasi berdomisili tersebar di empat provinsi, yaitu Sumatera Barat, Kalimantan Barat, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Mereka juga merupakan pelaku usaha mikro yang selama ini memang belum online.

Mereka memiliki produk atau jasa antara lain makanan dan kerajinan tangan. Lalu juga para peserta mendapatkan starter pack/sim card XL Biz secara gratis dengan benefit Paket Data 5 GB, Unlimited Call & SMS ke sesama XL, 30 Menit + 30 SMS ke operator lain, unlimited WA, Line, free akses Facebook & Instagram sebesar 1 GB, dan Pulsa sebesar Rp 5.000. Diluncurkan pertama kali pada 23 April 2015, Sisternet kini memiliki lebih dari 26.000 anggota. (eko)