Meski Terbatas, Pembiayaan Perbankan Mulai Bergerak

FinTechnesia.com | Salah satu indikator ekonomi bergerak adalah kredit. Nah, Survei Permintaan dan Penawaran Pembiayaan Perbankan Desember 2020 Bank Indonesia (BI) menyatakan, Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kebutuhan pembiayaan korporasi pada 3 bulan mendatang naik 17,1%.

Peningkatan kebutuhan pembiayaan terutama terjadi pada sektor Industri pengolahan, konstruksi, dan perdagangan. Sebaliknya, sejumlah sektor masih mengalami perlambatan seperti sektor pertanian, perikanan, dan kehutanan.

Sebagian besar rumah tangga masih menahan pembiayaan melalui utang atau kredit. “Tercermin dari persentase responden rumah tangga yang tidak melakukan penambahan pembiayaan mencapai 89,7%,” tulis Office of Chief Economist Bank Mandiri, Selasa (19/1). Hanya 10,3% dari responden yang melakukan penambahan utang.

Penambahan pembiayaan rumah tangga pada 3 dan 6 bulan yang akan datang juga diindikasikan masih terbatas dengan jenis pembiayaan yang didominasi oleh kredit multiguna dan kredit kendaraan bermotor (KKB) kepada bank umum. Rasio masing-masing sebesar 38,4% dan 17,9% dari total pengajuan kredit pada Desember 2020.

Penyaluran kredit baru dari sisi penawaran perbankan diperkirakan mulai meningkat pada awal 2021. Hal ini terindikasi dari SBT perkiraan penyaluran .kredit baru Januari 2021 sebesar 53,1%, yang lebih tinggi dibandingkan dengan SBT perkiraan penyaluran kredit baru Desember 2020 sebesar 42,8%. Peningkatan tertinggi terjadi pada kredit modal kerja (KMK) dan kredit pemilikan rumah (KPR). (eko)