Dapat Dana PEN Sebesar Rp 200 Miliar, Bank Kalsel Akan Leverage Dua Kali Lipat


FinTechnesia.com | Pemerintah meluncurkan program yang bertujuan mengurangi dampak Covid-19 terhadap perekonomian yang disebut PEN (Pemulihan Ekonomi Nasional). Salah satu implementasinga memberikan dukungan likuiditas kepada perbankan. Kemudian menyalurkan kepada pelaku UMKM.

Bank Kalsel segera mengajukan permohonan kepada Kementerian Keuangan menjadi bank mitra sebagai penyalur dana PEN. Bank Kalsel mempersiapkan skema Ekosistem Keuangan Daerah (EKD) sebagai salah cara mendukung percepatan akses keuangan daerah.

EKD dinilai dapat menjadi solusi. Berbagai entitas di daerah saling berjalin dalam menunjang pengelolaan keuangan daerah supaya lebih efektif dan efisien. Serta mendatangkan manfaat sebesar-besarnya bagi daerah.

Dengan konsep ini, Bank Kalsel sebagai bank pembangunan daerah, dapat berperan aktif untuk menggeliatkan perekonomian melalui penyaluran dana kepada para pelaku ekonomi. Sehingga upaya pemulihan ekonomi bisa lebih efektif dan diakselerasi dengan cepat.

Setelah menanti selama hampir satu tahun, Kamis (25/2) Bank Kalsel menerima kucuran dana PEN sebesar Rp 200 miliar. Agus Syabarrudin, Direktur Utama Bank Kalsel menyatakan, dana akan mengalir kepada masyarakat yang membutuhkan.

“Dengan kucuran dana PEN sebesar Rp 200 miliar ini, dalam penyalurannya akan kami leverage dua kali lipat sebagai bentuk dukungan pembiayaan sektor UMKM. Segera setelah dana kami terima akan langsung disalurkan dalam bentuk kredit pembiayaan,” ujar Agus. (eko)