Survei LPEM FEB UI: 7 dari 10 Penjual Tokopedia Alami Kenaikan Volume Penjualan 133%

Kantor Tokopedia
Suasana kantor Tokopedia

FinTechnesia.com | Riset Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (LPEM FEB UI) pada 2020 mencatat 7 dari 10 pelaku usaha di Tokopedia mengalami kenaikan volume penjualan dengan median sebesar 133%. Riset membuktikan, kolaborasi antara Tokopedia dan masyarakat telah memberikan dampak
besar untuk perekonomian Indonesia saat pandemi.

Direktur Kebijakan Publik dan Hubungan Pemerintah Tokopedia, Astri Wahyuni mengungkapkan, pandemi telah mempercepat transformasi digital di berbagai sektor. Digitalisasi dan teknologi bukan lag sekadar nilai tambah, tetapi telah berkembang pesat menjadi sebuah kebutuhan untuk menjawab tantangan pandemi.

“Tokopedia berkomitmen mempermudah masyarakat memenuhi kebutuhan harian hingga menciptakan peluang lewat pemanfaatan teknologi khususnya di tengah pandemi,’ tambah Astri, Rabu (24/3).

Kepala LPEM FEB UI, Riatu Mariatul Qibthiyyah menjelaskan, sebesar 68,6% penjual yang
bergabung dengan Tokopedia pada saat pandemi merupakan pencari nafkah tunggal di keluarga. Sebanyak 76,4% penjual mengatakan kemudahan mengelola bisnis menjadi alasan utama bergabung denga Tokopedia.

Saat pandemi pula, terdapat 90% penjual berskala mikro di Tokopedia. Astri di sisi lain menuturkan, “Dari data internal Tokopedia, terdapat peningkatan jumlah penjual dari 7,2
juta sebelum pandemi Januari 2020 lalu menjadi lebih dari 10 juta penjual saat ini,” tambah Asti.

Belanja online semakin menjadi alternatif masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sekaligus mengurangi risiko penyebaran virus di tempat ramai. “Rata-rata pengeluaran bulanan konsumen sebelum dan saat pandemi di Tokopedia meningkat 71%,” jelas Riatu.\

Riset LPEM FEB UI mengungkap juga bahwa transaksi masyarakat untuk memenuhi kebutuhan
kesehatan, hobi dan tagihan meningkat saat pandemi “Platform belanja online Tokopedia semakin diandalkan berbagai kalangan. Konsumen baru dari kalangan ibu rumah tangga, pelajar, mitra aplikasi online, wirausaha tanpa karyawan dan pekerja lepas
meningkat di masa pandemi,” imbuh Riatu.

Di Tokopedia sendiri, terdapat pertumbuhan jumlah pengguna aktif bulanan dari yang semula lebih dari 90 juta sebelum pandemi (Januari 2020) menjadi lebih dari 100 juta saat ini.

Riset LPEM FEB UI di sisi lain menemukan bahwa e-wallet terverifikasi dan mobile/internet bankin adalah dua produk keuangan yang paling banyak didaftarkan saat pandemi. Selain itu, transaksi melalui virtual account dan e-wallet juga banyak dipilih selama pandemi. (sya)