Surveyor Indonesia Akan Verifikasi Pencapaian TKDN Telkom

FinTechnesia.com | Pemerintah menunjuk PT Surveyor Indonesia (Persero) sebagai Lembaga Survey Independen Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Maka, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk memulai kegiatan verifikasi pencapaian TKDN capital expenditure (capex) dan operation expenditure (opex) tahun 2020.

PT Surveyor Indonesia akan melakukan post audit terhadap lebih dari 15.000 kontrak belanja Telkom tahun anggaran 2020. Tujuannya mendapat kesimpulan yang solid dari penyerapan porsi TKDN tersebut.

Ketua Satuan Tugas TKDN TelkomGroup, Moh. Riza Sutjipto mengatakan, langkah ini mendukung program Peningkatan Penggunaan Produksi Dalam Negeri (P3DN). Dan wujud keberpihakan korporasi kepada industri dalam negeri di lingkungan TelkomGroup.

Telkom membentuk Satuan Tugas TKDN sebagai Tim P3DN 1 yang berfungsi melakukan penyusunan strategi peningkatan porsi TKDN. Juga meningkatkan kompetensi karyawan tentang pemahaman kebijakan TKDN berikut teknis pengimplementasiannya dalam operasi perusahaan melalui pelatihan, menyempurnakan kebijakan pengadaan dan peraturan internal terkait lan.

Serta menyusun guidance akselerasi dan membuat laporan implementasi TKDN secara mandiri (self-assessment). “Kehadiran PT Surveyor Indonesia dalam verifikasi pencapaian TKDN Telkom menjadi sangat penting. Dan enjadi tafsiran final terhadap keakuratan besaran capaian TKDN yang dilakukan secara mandiri” jelas Riza, Kamis (25/3).

Satgas TKDN Telkom telah berkoordinasi dengan Kelompok Kerja (Pokja) Tim Nasional P3DN dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Dalam perhitungan besaran capaian TKDN secara mandiri, TelkomGroup mencatat penyerapan sekitar 41.6% dari belanja capex dan 92% dari belanja opex 2020.

Belanja capex Telkom didominasi penggunaan material fiber optic beserta jasa instalasinya, baik untuk pelanggan ritel, bisnis maupun wholesale. Teknologi fiber optic menjadi infrastruktur utama untuk memberikan layanan IndiHome, sebagai layanan broadband FTTH Telkom.

Ke depan, Telkom mendorong alih teknologi perangkat aktif terminasi pelanggan (NTE) dari para technology owner untuk dapat dilakukan industri lokal. Sehingga diharapkan berdampak terhadap penurunan importasi, penguatan struktur industri manufaktur nasional dan penyerapan tenaga kerja lokal. (yof)