Sebelum Naik, Harga Bitcoin Akan Turun Dulu


FinTechnesia.com | Asosiasi Blockchain Indonesia menyampaikan,investasi dengan asset digital bitcoin meningkat di Indonesia. Sejalan dengan penyebaran aset kripto yang lebih cepat di negara berkembang, termasuk Indonesia, dibandingkan dengan negara maju. 

Terdapat peningkatan investor institusional yang mulai menggunakan aset digital sebagai alat investasi yang sah dan dapat dipercaya. Para pelaku industri yang turut mengembangkan layanan aset digital, terutama Bitcoin. 

Keberadaan Bitcoin sebagai crypto asset dengan kapitalisasi pasar terbesar di duniasulit untuk diabaikan begitu saja, Terutama karena Bitcoin semakin didukung oleh para investor besar dan institusi yang menggunakannya sebagai reserve asset.

Asosiasi Blockchain Indonesia mencatat sedikitnya 8 bursa pedagang crypto asset yang telah terdaftar di BAPPEBTI. Di antaranya Luno, Rekeningku, Indodax, Bitocto, Zipmex, Pintu, Upbit, dan Digital Exchange Indonesia. 

Oham Dunggio, Chairman Asosiasi Blockchain Indonesia mengatakan, terjadi perkembangan crypto asset di Indonesia yang signifikan. Regulasi di Indonesia mendukung investasi pada aset kripto karena telah diklasifikasi sebagai komoditas melalui Peraturan Menteri Perdagangan no 99 tahun 2018.

Dengan demikian, masyarakat dapat memanfaatkan hal ini sebagai investasi. “Tapi perlu dipahami investasi juga memiliki risiko, sehingga masyakarat harus membaca lebih dahulu tentang aset kripto termasuk faktor untung dan rugi,” kata Oham, Jumat (23/4).

Dua pelaku perusahaan marketplace Bitcoin memberikan outlook positif akan perkembangan bitcoin ke depan. 

CEO dan Founder Indodax, Oscar Darmawan mengatakan, jika permintaan terus bertambah, kemungkinan besar harga Bitcoin akan kembali naik. Hal ini berpengaruh dimanapun.

Namun, kenaikan ini bisa saja tidak naik secara langsung. “Perlu diawali dengan koreksi terlebih dahulu karena pada saat koreksi, biasanya banyak orang membeli, memanfaatkan momen harga Bitcoin yang turun,” kata Oscar.

Jeth Soetoyo, CEO dan Founder Pintu, menutup dengan mengatakan, degnano aturan regulator yang sudah lebih jelas, ban banyak ruang untuk pertumbuhan bagi Bitcoin dan crypto asset lain. Bukan hanya seperti aset, tetapi sebuah challenger yang memulai perkembangan di sistem keuangan & transaksi terdesentralisasi di dunia.

Semakin banyak yang sadar akan nilai Bitcoin dan permintaan untuk dijadikan sebagai aset semakin meningkat, maka harganya akan selalu meroket. “Hal tersebut bisa dimanfaatkan sebagai peluang profit. Dan langkah yang perlu dilakukan untuk menyeimbangkan risiko dari uang fiat dalam mempertahankan nilai aset,” kata Jeth. (yof)