Amartha Mendapatkan Pendanaan US$ 28 Juta Dari Women’s World Banking Capital Partners II dan MDI Ventures.

FinTechnesia.com | PT Amartha Mikro Fintek merayakan ulang tahun ke-11 dengan kado istimewa. Amartha mendapatkan pendanaan baru senilai US$ 28 juta atau setara Rp 405 Miliar yang dipimpin oleh Women’s World Banking Capital Partners II (WWB) bersama dengan MDI Ventures. Serta didukung investor lama seperti Mandiri Capital Indonesia, UOB Venture Management.

Amartha merupakan teknologi finansial peer to peer lending (P2P lending) yang memberdayakan perempuan pengusaha ultra mikro di pedesaan. Dengan memberikan pinjaman modal usaha berbasis kelompok. Mulai dari Rp 3 juta hingga Rp 10 juta yang disertai dengan pendidikan literasi keuangan dan pelatihan kewirausahaan. 

Andi Taufan Garuda Putra, Founder & CEO Amartha mengatakan, pendanaan baru ini akan memperkuat bisnis Amartha yang berbasis group lending (grameen model). “Mempercepat inovasi produk, dan meluncurkan layanan tambahan bagi peminjam dan pendana. Seperti digitalisasi desa, belanja borongan, pinjaman warung, crowdfunding, produk pendanaan baru, serta penyaluran pendanaan ke peminjam secara langsung,” terang Andi Taufan, Senin (3/5).

WWB Capital Partners II adalah dana investasi lensa gender kedua yang didirikan oleh Women’s World Banking. Sebuah organisasi nirlaba global yang telah menangani inklusi keuangan wanita selama 40 tahun terakhir. Investasi ini berupaya menutup kesenjangan gender dalam inklusi keuangan.

Yrenilsa Lopez, Women World’s Banking menegaskan, WWB berdedikasi menutup kesenjangan gender dalam layanan keuangan digital. “Kami sangat senang bekerja sama dengan Amartha dalam perjalanan penting ini,” ujarnya.

MDI Venture turut berpartisipasi mendukung pendanaan ini. Dengan bersinergi bersama portfolio lain untuk mendukung upaya digitalisasi dan inklusi finansial di wilayah yang tidak terlayani perbankan di pedesaan. CEO MDI Ventures, Donald Wihardja menambahkan, MDI melihat potensi menjanjikan untuk meningkatkan inklusivitas keuangan. Dengan mengimplementasikan model Grameen Bank, Amartha telah membuktikan bahwa pembiayaan terjangkau bagi masyarakat pedesaan dapat dicapai dengan resiko minimum meskipun dalam kondisi pandemi.

MDI berharap dengan pendanaan ini, Amartha dapat melanjutkan transformasi bisnisnya untuk melayani masyarakat piramida bawah di Indonesia. ”Melalui investasi ini, Amartha akan membuka peluang bersinergi dengan Telkom Group untuk mendigitalisasi dan meningkatkan inklusi keuangan di pedesaan Indonesia,” kata Donald.

Selama pandemi, Amartha terus berkembang dan menjadi lebih kuat. Total saldo pinjaman dan penyaluran modal usaha telah melampaui level sebelum adanya pandemi Covid-19, ini menjadi tanda tonggak pemulihan yang mencapai 100%.  Amartha meningkatkan kualitas skor kredit dan berhasil mempertahankan tingkat kredit bermasalah (NPL) di 0,07% untuk semua pendanaan setelah Juni 2020. 

Hingga saat ini, Amartha telah menyalurkan lebih dari Rp 3,55 Triliun pinjaman kepada lebih dari 661.369 perempuan pengusaha ultra mikro. Di lebih dari 18.900 desa di Jawa, Sumatera dan Sulawesi. (sya)