Jumat, 1 Juli 2022 | 21:14 WIB

Cryptocurrency Tawarkan Passive Income, Begini Caranya

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Aset crypto semakin menjanjikan. Apalagi didukung kemampuan pengembangan teknologi mata uang crypto yang tidak terbatas.

Aktivitas trading crypto meningkat setiap tahun. Seiring dengan kian banyaknya variasi coin yang ditawarkan. Kenaikan aktivitas ini juga dodorong dengan munculnya platform bursa kripto yang semakin beragam menjadi pendorongnya. Indonesia melalui Bappeti (Badan Pengawas Perdagangan Berjangka) hingga kini memiliki 13 bursa crypto yang telah resmi terdaftar. Seperti Indodax, Tokocrypto, Rekeningku, Zipmex, dan lainnya.

Pakar Digital, Anthony Leong mengatakan untuk mendapatkan mata uang crypto dilakukan dengan aktivitas yang disebut dengan mining (menambang). Namun kegiatan mining cryptocurrency memerlukan kemampuan komputer yang kuat dan dukungan listrik yang besar. 

Alternatif lain, menggunakan staking coin. Yaitu cara untuk mendapatkan koin tambahan tanpa menggunakan perangkat komputer yang canggih. Kita bisa mendapat hasil yield farming (hasil pertanian) dengan cara staking. Staking seperti ini adalah cara alternatif untuk mendapatkan passive incomedi pasar crypto.

Coin yang kita miliki di dalam wallet dapat dikunci untuk membantu operasi dan jaringan coin tersebut. Sebagai imbalannya kita akan mendapatkan koin. “Hanya saja perlu kita ketahui resiko dalam berinvestasi di cryptocurrency karena fluktuatifnya harga dan lain hal. Investor wajib manage reisiko dalam hal apapun itu entah itu trading atau staking hingga mining,” kata Anthony Leong, Senin (17/5)..

Staking merupakan aktivitas penitipan koin kepada platform crypto. Hasil penitipan itu kemudian digunakan untuk melakukan validasi transaksi pada blockchain dalam bentuk proof of stake (PoS).

“Melalui pengembangan teknologi seperti ini kini siapapun bisa berinvestasi di cryptotanpa perlu takut. Orang-orang yang tidak punya banyak waktu juga sangat cocok untuk menggunakan teknologi ini karena akan sangat menghemat waktu,” kata Anthony.

Hingga kini terdapat beberapa platform yang telah menyediakan jasa staking crypto. Seperti Pancake Swap (pancakeswap.finance), Bean Cash dan juga yang baru hadir seperti Merlin Lab (www.merlinlab.com). 

Salah satu bursa crypto terbesar, Binance juga menawarkan layanan staking untuk koin miliknya, BNB. Sehingga pengguna memiliki banyak alternatif untuk memilih layanan staking yang digunakan.

Memilih platform staking dapat dimulai dari mengetahui pihak pengembangan platform staking. Setelah itu pengguna juga perlu mengetahui teknologi yang digunakan secara mendasar. Ini d memastikan reward coin yang akan diberikan masih memiliki nilai valuasi yang tinggi.

“Untuk memilih platform staking yang terpenting kita harus mengetahui peluang harga coin  yang akan kita peroleh. Hal itu dapat diketahui dengan melihat pasukan dibalik platform ini,” terang Anthony. (mrz)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER