Bank DBS Indonesia Targetkan 2.000 Rekening Green Savings

FinTechnesia.com | Beberapa tahun terakhir, Bank DBS Indonesia menggandeng mitra, nasabah dan karyawan, dalam upaya berkontribusi terhadap masyarakat dan perlindungan lingkungan. Seraya meningkatkan kualitas, dan operasional perbankan yang berkelanjutan.

DBS Indonesia memiliki beberapa program. Seperti produk RHB SRI KEHATI Index Fund yang berfokus ke pasar Indonesia di tahun 2017. Dan Batavia Global ESG Sharia Equity USD di awal tahun ini yang menjangkau offshore. Ketiganya merupakan instrumen investasi Reksa Dana berbasis saham.

Terbaru, Bank DBS Indonesia meluncurkan produk tabungan rekening Green Savings. Produk ini mempermudah nasabah berdonasi dan berkontribusi aktif terhadap keberlangsungan sosial dan lingkungan. Melalui penyisihan langsung sebagian bunga tabungan.

Bekerja sama dengan wirausaha sosial, KRAKAKOA, seluruh donasi yang terkumpul akan disalurkan untuk mendukung modal usaha dalam bentuk pupuk dan bibit. Serta pelatihan 1.000 petani kakao di Indonesia guna meningkatkan taraf hidup dan pertanian kakao berkelanjutan.

Head of Segmentation, Liabilities, and Mortgage DBS Indonesia, Festia Pisa Valensia menjelaskan, pihaknya berkomitmen mewujudkan aspirasi nasabah dalam berkontribusi memberikan dampak positif terhadap sosial dan lingkungan.

“Kami sedang menuju future of banking dari aspek sustainability, menghadirkan produk-produk berprinsip ESG. Salah satunya adalah rekening Green Savings. Kami menargetkan pembukaan 2.000 rekening dari nasabah private dan priority banking Bank DBS Indonesia,” terang Festia, Jumat (4/6).

Kepala Sekretariat Lingkar Temu Kabupaten Lestari, Gita Syahrani mengungkapkan, aspek sustainability pada sektor perbankan dan keuangan tidak hanya memberikan keuntungan finansial yang besae, juga dampak positif untuk lingkungan dan sosial.

Sektor perbankan dan keuangan juga dapat bergotong royong dengan daerah untuk menghubungkan sektor-sektor yang sebelumnya tidak terintegrasi lewat pendekatan kawasan industri alam di desa dengan payung ESG. “Ini akan mendorong dampak berkelanjutan yang lebih holistik,” kata Gita.

KRAKAKOA dibentuk dengan misi untuk meningkatkan taraf hidup petani kakao di Indonesia. “Kami menjalin kerja sama strategis bersama Bank DBS Indonesia untuk membuka akses yang lebih luas kepada masyarakat. Sehingga dapat turut berkontribusi mendukung keberlangsungan petani dan pertanian kakao,” ujar CEO dari KRAKAKOA, Sabrina Mustopo. (eko)