Kongsi Standard Chartered dan Bukalapak Siap Masuk Gelanggang Perbankan Digital

FinTechnesia.com | Akhirnya Standard
Chartered Bank Indonesia dan Bukalapak meluncurkan aplikasi mobile perbankan digital baru. Dan siap dipublikasikan. 

Aplikasi layanan perbankan digital baru ini memungkinkan pengguna melakukan proses onboarding yang sepenuhnya digital dan tanpa verifikasi tatap muka. Ini salah satu yang pertama di Indonesia. 

Proses KYC (know your client) sepenuhnya menggunakan teknologi keamanan dan otomatisasi. Serta mendayagunakan kecerdasan artifisial (artificial intelligence), pengenalan biometrik wajah dan validasi e-KTP. 

Sehingga membuka rekening di aplikasi ini berbasis teknologi terkini. Dan menawarkan layanan perbankan yang aman bagi para nasabah di mana saja dan kapan saja.

Kolaborasi ini menjadikan solusi finansial baru ini sebagai salah satu layanan perbankan digital
pertama di Indonesia, memanfaatkan ekosistem e-commerce untuk memberikan layanan
perbankan lebih inklusif dan menyeluruh. Terutama untuk masyarakat di luar kota-kota besar di Indonesia, yang membutuhkan akses cepat dan mudah ke layanan perbankan.

Dana yang disetorkan ke aplikasi layanan perbankan digital baru ini akan dikelola oleh bank Solusi finansial baru ini telah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan sedang menunggu persetujuan Bank Indonesia (BI).

Baca juga: Kembangkan Bank Digital, Standard Chartered Menggandeng Bukalapak

Solusi finansial digital baru ini, adalah perpanjangan layanan finansial di platform Bukalapak dan didukung oleh Standard Chartered Bank Indonesia. Solusi finansial ini akan tersedia di Google Play Store dan App Store untuk publik Indonesia dalam waktu dekat.

Keamanan menjadi salah satu prioritas aplikasi ini yang menggunakan teknologi nexus, solusi
banking as a service (BaaS) dari Standard Chartered. nexus by Standard Chartered
mengaplikasikan pendekatan pertahanan berlapis untuk mengamankan layanan ini dari beragam ancaman dan serangan siber canggih. Dapat menargetkan bagian mana dalam
ekosistem teknologi, mulai dari peniruan identitas nasabah hingga penyusupan perangkat seluler atau infrastruktur sisi server.

Andrew Chia, Cluster CEO, Indonesia & ASEAN Markets (Australia, Brunei, Filipina), Standard Chartered, berkata, posisi strategis dan pentingnya Indonesia di kawasan ini meyakinkan Stanchart memilih Indonesia sebagai lokasi pertama untuk meluncurkan teknologi baru nexus by Standard Chartered. “Kami menciptakan solusi finansial untuk memberikan pengalaman transformatif yang berfokus pada nasabah. Membawa konsep perbankan konvensional, namun diadaptasikan ke dunia digital yang serba terkoneksi, dengan tetap menjalankan sistem
pengamanan bank untuk melindungi kerahasiaan data nasabah,” terang Andrew, Senin (7/6). 

Victor Lesmana, Presiden BukaFinancial & Digital menjelaskan, finansial baru ini adalah inovasi layanan perbankan digital ini akan menjadikan layanan perbankan digital pertama yang menggabungkan manfaa platform e-commerce dan BaaS. 

Layanan yang bisa diakses oleh siapa saja termasuk para UMKM, kalangan underbanked dan unbanked yang selama ini sulit mengakses layanan perbankan, dengan sistem keamanan yang canggih dan teknogi sesuai kebutuhan. “Hal ini juga sebagai bagian dari upaya kami untuk menjembatani kesenjangan literasi keuangan dan membangun inklusi keuangan untuk mendukung terciptanya keadilan ekonomi bagi semua,” terang Victor. (sya)