Qlue Meraih Pendanaan Seri B1 dari Jepang, Telkomsel dan ASLI RI

FinTechnesia.com | Qlue mengumumkan keberhasilan meraih pendanaan dari investor. Kali ini, perusahaan penyedia ekosistem smart city itu merai pendanaan Seri B putaran pertama.

Perusahaan dipimpin oleh investor asal Jepang, Global Brain, melalui kelompok investasinya, KDDI Open Innovation Fund III (KOIF III). Pendanaan Seri B1 ini juga didukung oleh investor lain, yaitu ASLI RI dan Telkomsel Mitra Inovasi.

Founder dan CEO Qlue, Rama Raditya mengatakan, keberhasilan Qlue menutup pendanaan Seri B putaran pertama ini menunjukan, potensi bisnis smart city sangat prospektif. Dengan pendanaan kali ini, skalabilitas Qlue akan semakin tinggi untuk memberikan solusi smart city.

Sinergi ini terjalin karena Qlue dan KDDI memiliki visi sama dalam mengakselerasi pembangunan kota berbasis teknologi smart city. Dengan dukungan KDDI yang memiliki jaringan bisnis secara global ini akan mendorong penetrasi pasar Qlue di luar negeri,” ujar Rama, Selasa (8/6).


Dalam mempenetrasi pasar global, Qlue akan menggarap pasar Asia secara agresif sebagai
basis utama pengembangan solusi smart city. Dengan menjadikan Jepang, Malaysia, dan Filipina sebagai fokus utama.

Untuk pasar dalam negeri, peningkatan skalabilitas ini juga bisa mendorong perluasan industri ke sejumlah sektor. Seperti jasa kesehatan, pengelola kawasan industri, perhotelan, pengembang properti, BUMN, hingga berbagai sektor lain.

Qlue juga akan memanfaatkan investasi baru itu untuk menyempurnakan ragam solusi berbasis teknologi artificial intelligence (AI) dan internet of things (IoT) yang sudah ada. Diiringi berbagai penelitian untuk solusi baru yang sedang disiapkan

Direktur Indonesia Office Representative Global Brain Sho Ikeda mengatakan, investasi di Qlue karena potensinya yang komprehensif terkait kota pintar. Juga memiliki hasrat yang kuat untuk tujuan ambisius, dan produk berbasis teknologi yang luar biasa. “Global Brain akan secara proaktif memanfaatkan sumber dayany untuk mendukung Qlue dalam meningkatkan produknya lebih jauh dan berkontribusi pada pengembangan smart city di Indonesia dan Asia Tenggara,” kata Ikeda, Selasa (8/6).

CEO Telkomsel Mitra Inovasi (TMI), Andi Kristianto menyatakan, Telkomsel secara konsisten mengembangkan digital trifecta. Meliputi digital connectivity, digital platform, dan digital service untuk ekosistem digital yang inklusif dan berkelanjutan. Salah satunya melalui peluncuran teknologi broadband terkini Telkomsel 5G.

Keterlibatan TMI sebagai bagian dari Telkomsel, dalam pendanaan ini juga sejalan dengan roadmap tersebut. “Kami yakin langkah ini akan semakin meningkatkan pengalaman gaya hidup digital masyarakat. Dan mendorong digitalisasi lintas sektor industri dengan peningkatan produktivitas dan efisiensi yan lebih tinggi, dan membuka peluang inovasi yang lebih luas,” terang Andi.

Menurut COO ASLI RI Rionald Soerjanto, menyatakan, potensi Qlue dalam menciptakan dampak sosial yang luas dan sistemik di masyarakat membuat ASLI RI yakin untuk ikut berpartisipasi dalam putaran pendanaan Seri B1 ini. Solusi Qluesejalan dengan visi dari ASLI RI dalam melayani pasar di sektor keamanan biometrik.

Kami yakin kemitraan strategis ini juga akan memberikan dampak positif bagi pelaku industri di Indonesia karena pemanfaatan teknologi akan semakin masif dalam beberapa tahun ke depan,” ujar Rionald.

Pada 2020 lalu, Qlue sukses mencatatkan pertumbuhan bisnis sebesar 70% dibandingkan tahun sebelumnya. Keberhasilan berkat strategi Qlue yang agresif mengekspansi bisnisnya di
lebih dari 58 kota dan luar negeri dengan total klien mencapai lebih dari 133 selama 2020. (yof)