Belanja Iklan Video Melonjak di Kawasan Asia Tenggara

FinTechnesia.com | InMobi, perusahaan cloud marketing, merilis State of Programmatic Video Advertising in Southeast Asia 2021 Report. Laporan ini mengkaji pertumbuhan eksponensial konsumsi seluler setahun terakhir.

Dan bagaimana marketers (pelaku pemasaran) dapat mengoptimalkan sebagai channel marketing untuk memahami kebutuhan dari pelanggan mereka.

Ketika terjadi lockdown dan orang tidak dapat bertatap muka selama pandemi, ponsel menjadi pusat aktivitas kehidupan sehari-hari. Dari laporan InMobi, mengungkapkan sepanjang tahun 2020, bujet belanja iklan video tumbuh sebesar 65%. Lebih dari sepertiga dari total belanja iklan di dalam aplikasi di kawasan Asia Tenggara.

Kenaikan bujet ini didorong oleh pengiklan dari industri ritel dan Fast-Moving Consumer Goods (FMCG), e-commerce, game dan Banking – Financial Services and insurance (BFSI).

Ponsel dapat memberikan pengalaman video tanpa batas kepada pengguna. Brand menyadari potensi besar dari pemasaran video adalah, dalam menciptakan hubungan nyata dengan konsumen.

“Mulai orientasi layar, target yang berbasis data, dan penempatan iklan di waktu yang tepat, merupakan strategi iklan video terprogram akan sangat penting bagi brand untuk dapat menonjol di antara konsumen yang menggunakan ponsel,” terang Rishi Bedi, Wakil Presiden Asia Tenggara, Jepang, dan Korea InMobi, Selasa (8/6). (yof)