Masa Depan Pembayaran Perbankan, Begini Peran Blockchain dan Kripto

FinTechnesia.com | Selama satu dekade terakhir, sistem pembayaran bertransformasi dengan begitu cepat. Dari pembayaran lintas batas real-time, menuju penggunaan blockchain, mata uang kripto. Termasuk Libra dan Diem milik Facebook. 

Belum lama ini, juga muncul Central Bank Digital Currencies (CBDC) dan stable coin. Walhasil, perbankan tradisional memikirkan ulang model bisnis mereka. 

Namun akankah kripto mengambilalih uang tunai? Apakah blockchain mampu bersaing dengan perbankan tradisional dalam hal transaksi dengan kecepatan tinggi? 

Anish Jain, Managing Director dan CEO WadzPay menyatakan, mayoritas pembuat blockchain saat ini lebih berfokuspada model hybrid. Yakni menempatkan blockchain sebagai pusat dari ekosistem. Dan melengkapinya dengan teknologi tradisional lain.

Banyak yang perlu diperbaiki agar blockchain bisa benar-benar bersaing dengan sistem pembayaran tradisional saat ini. Anish berpendapat, blockchain berupaya mengisi peran tertentu yang tidak bisa diisi sistem pembayaran tradisional yang berlapis. Dan menyebabkan tingginya biaya sistem pembayaran itu sendiri. 

Blockchain berusaha membawa masyarakat unbanked karena berbagai alasan tadi ke dalam ekosistem keuangan, menggunakan pendekatan hybrid. 

Kebanyakan penggunaan awal blockchain dari perspektif konsumen. Semua fitur blockchain misalnya, bisa masuk ke dalam smart money yang bisa digunakan dalam kebutuhan transaksi sehari-hari. 

Misalnya di tengah wabah pandemi dan orang memerlukan dana bantuan. “Penggunaannya sangat relevan dibanding penggunaan uang kas maupun aplikasi pembayaran lain,” kata Rabu (9/6).

Anish berpendapat mata yang digital banm sentral atau CBDC masih memberikan manfaat ke masyarakat. Misalnya terkait pemerataan kesejahteraan dan distribusi akses yang sama terhadap kredit. 

Pemerintah dan bank sentral akan menyukai CBDC karena kemudahan, penghematan biaya dan pengawasannya. Namun, banyak bagian masyarakat umum masih akan lebih memilihnya sebagai solusi alternatif. 

Anish berharap dari sisi konsumen, ke depan, pembayaran, transfer dan penyelesaian transaksi bisa dilakukan dalam hitungan jam, bukan tiga hariseperti yang masih terjadi sekarang. Hal itu akan membawa efisiensi yang sangat besar. (yof)