Jumat, 1 Juli 2022 | 20:57 WIB

Surge Siap Bangun Ribuan Edge Data Center, Mengepung Pelosok Jawa

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) atau Surge Alan membangun ribuan edge data center. Dengan konsep edge data center atau mendekati lokasi pengguna akhirribuan data center ini akan berdiri di sejumlah stasiun kereta api dan gudang-gudang Koperasi Unit Desa (KUD), akan disebar di sepanjang Jawa.

Dua lokasi pertama edge data center Surge, yakni Stasiun Manggarai dan Stasiun Cikarang mulai beroperasional pada bulan Agustus 2021. Tahap awal, menargetkan untuk menghadirkan 580 edge data center hingga akhir 2021. 

Pembangunan ini akan menunjang misi Surge dalam transformasi digital. Di sisi lain, pembangunan infrastruktur ini diharapkan tak hanya mengakomodir potensi konektivitas dan ekonomi digital di kawasan industri, bisnis, dan pemerintahan. Tapi juga wilayah tempat tinggal, pelaku usaha UMKM. Hingga menjangkau masyarakat kalangan menengah ke bawah secara umum di kota-kota besar dan kecil Pulau Jawa. 

CEO Surge, Hermansjah Haryono mengatakan, tumbuhnya startup, geliatentrepreneurship, maupun pertumbuhan ekonomi digital tidak terlepas dari dukungan konektivitas maupun infrastruktur digital lain. Terlebih pertumbuhan ekonomi digital kedepan akan sangat ditopang oleh UMKM, startup maupun masyarakat di luar kota metropolitan. 

“Ekosistem Surge seperti kabel fiber optic berkapasitas besar sepanjang rel kereta api dan ribuan lokasi gudang. Hasil kolaborasi dengan Inkud di Jawa, edge data center Surge akan hadir lebih dekat di tengah masyarakat bahkan menjangkau kota kecil untuk menghadirkan konektivitas dengan kecepatan, kualitas, dan kapasitas tinggi,” ujar, Kamis (1/7).

Perluasan kerjasama mendayagunakan lokasi-lokasi stasiun maupun gudang menjadi edge data center sebagai Point of Presence (POP). Terdiri dari 580 stasiun kereta dan 1000 gudang KUD. 

Edge data center Surge akan memiliki dua tipe ukuran yakni 2×3 meter maupun 4×6 meter berisikan ruang data dengan total kapasitas 2-20 rack (rak server). Serta kapasitas total daya listrik 100 kWh – 300 kWh. 

Pembangunan edge data center klasifikasi Tier 2 ini akan memiliki sumber daya cadangan. Dilengkapi generator backup dan Uninterruptible Power Source (UPS). Atau pasokan daya listrik tanpa gangguan. 

Di samping rel kereta api yang sedang dibangun, edge data center ini juga dapat digunakan sebagai Internet Exchange (IX). Dengan teknologi Content Delivery Network (CDN). Teknologi CDN dapat dimanfaatkan mendukung konektivitas lebih baik dan stabil bagi para operator OTT (Over The Top) di Indonesia maupun pengguna akhir (end-customer). 

“Tanpa banyak buffering atau lagging dan tentunya harga yang terjangkau,” jelas Hermansjah.

Direktur Pengembangan Bisnis Surge, Martha Rebecca menambahkan, sebaran stasiun dan gudang KUD di seluruh pelosokJawa ini tidak hanya mengakomodir potensi konektivitas kota besar atau kawasan industri seperti Jakarta dan Cikarang. Juga berbagai pihak di kota kecil. 

“Seperti pemerintah daerah, Internet Service Provider lokal, startup asal daerahkantor anak cabang perusahaan, UMKM retail onlinesoftware house hingga game developer lokal. Lalu bersama-sama memanfaatkan jaringan dan infrastruktur yang Surge bangun,“ terang Martha.

Lokasi edge data center yang dibangun lebih dekat dengan pengguna akan menghadirkan koneksi yang jauh lebih stabil. Juga latency lebih rendah dalam operasional bisnis sehari-hari. Surge juga akan menyediakan layanan cloud dengan virtual private server atau server tanpa fisik. Memanfaatkan edge data center Surge. 

“Dengan berbagai layanan ini, para pengguna di kota kecil dapat memperoleh banyak keuntungan dengan hargalebih terjangkau. Tentu tak kalah kompetitif dengan infrastruktur yang tersedia di kota-kota besar,” tambah Martha. (eko)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER