Masyarakat Perlu Dukungan Isoman yang Aman, Ini Program Allianz

FinTechnesia.com | World Health Organization (WHO) mengeluarkan pedoman mengurangi penularan. Yaitu melalui strategi mentaati protokol kesehatan, strategi testing, tracing dan isolation serta vaksinasi untuk membentuk herd immunity.

Pasien COVID-19 tanpa gejala atau pasien bergejala ringan disarankan melakukan isolasi mandiri (isoman). Hal ini sebagai upaya membantu pasien dengan gejala lebih berat agar berkesempatan mendapatkan perawatan rumah sakit.

Namun, kita tetap tidak boleh sembarangan melakukan isoman karena terdapat berbagai tata cara yang harus diikuti. Beberapa hal dasar yang harus diperhatikan dalam menjalani isoman yaitu, pasien harus tinggal di kamar terpisah, menyediakan ventilasi yang baik, serta pasien harus menggunakan masker medis walaupun di dalam rumah. 

Sedangkan, tata cara yang dapat dijadikan panduan isolasi mandiri meliputi, memerika suhu dan saturasi oksigen secara teratur selama tiga kali sehari (suhu normal 36,5 – 37,5 derajat Celcius dan saturasi normal 95% ke atas), minum obat yang diresepkan dokter secara teratur, sering mencuci tangan dan menggunakan disinfektan mengandung 70% alkohol. Serta meluangkan waktu 15 menit di bawah sinar matahari secara setiap hari.  

Pasien COVID-19 perlu memikirkan biaya-biaya yang harus dikeluarkan selama masa isolasi. Pasien dapat melakukan telekonsultasi, pembelian obat secara online dan juga melakukan tes swab PCR dan antigen home visit.

Asuransi dapat menjadi solusi mengurangi beban di kala isolasi mandiri. Selama melakukan isoman, selain biaya untuk telekonsultasi dan obat, pasien juga memerlukan biaya untuk makanan bergizi, disinfektan, masker dan sebagainya. 

Chief Marketing Officer Allianz Life Indonesia, Karin Zulkarnaen menambahkan, banyak keluarga khawatir akan tersedianya fasilitas kesehatan bagi pasien COVID-19 dengan meningkatnya jumlah kasus akhir-akhir ini. Untuk itu, Allianz Indonesia memperluas manfaat proteksi khusus selama Juli 2021 dengan program ISOMAN AMAN.

“Sehingga nasabah tidak perlu cemas apabila harus menjalani isolasi mandiri di fasilitas bukan rumah sakit atau di rumah sendiri,” kata Karin,

Program ini akan menanggung biaya-biaya medis yang dibutuhkan dengan sistem reimbursemen kepada nasabah yang terdiagnosa COVID-19 dan memerlukan isolasi mandiri. Mencakup biaya uji swab PCR sampai dinyatakan sembuh.

Maksimum biaya Rp 900.000 untuk setiap tes, konsultasi dokter, pemeriksaan diagnostik dan laboratorium hingga obat, vitamin dan suplemen yang dibutuhkan secara medis oleh pasien isolasi mandiri COVID-19.  

Allianz turut memberikan fasilitas konsultasi dan tanya dokter secara online untuk seluruh nasabah yang membutuhkan kontak dengan dokter umum secara gratis. Melalui aplikasi Halodoc via chat, telepon atau video call selama isolasi mandiri. Nasabah hanya perlu menghubungkan nomor polis asuransi Allianz di menu profil aplikasi untuk menikmati layanan.  

Sebagai salah satu langkah untuk menghentikan penularan virus COVID-19, uji swab Antigen pun menjadi kebutuhan baru bagi masyarakat. Dengan menukarkan loyalty points dari Allianz Smart Poin, nasabah dapat melakukan tes swab Antigen tanpa biaya yang dilakukan secara drive-thru. (sya)