Teknologi Blockchain Dukung Transaksi Trade Finance PermataBank

FinTechnesia.com | Teknologi blockchain dipakai berbagai industri. PermataBank menjadi bank pertama di Indonesia yang melayani transaksi trade finance dengan memanfaatkan blockchain.

Penggunaan teknologi blockchain meriò Alan dukungan PermataBank terhadap upaya Bank Indonesia menavigasi sistem pembayaran nasional. Yakni memanfaatkan inovasi teknologi secara optimal dan bertransformasi digital secara end to end.

Teknologi blockchain menggunakan konsep distributed ledger. Jadi memungkinkan data terdistribusi pada setiap titik yang terhubung di dalamnya dengan efisien dan akuntabel.
Sehingga semua pihak di dalam blockchain dapat melakukan pertukaran data secara real time.

Pemanfaatan blockchain untuk trade finance akan menciptakan proses transaksi perdagangan global yang lebih mudah, efisien, dan aman. Termasuk untuk kebutuhan penerbitan letter of credit (L/C).

L Direktur Wholesale Banking PermataBank, Darwin Wibowo mengatakan, PermataBank selalu berupaya menghadirkan inovasi yang simple, fast dan reliable ke para nasabah. Penerapan teknologi blockchain upaya PermataBank merespons transformasi digital yang berkembang cepat.

“Juga komitmen kami membantu pelaku usaha dan korporasi dmengakselerasi pengembangan bisnis mereka. Kami bekerja sama dengan Contour. Ini adalah penyedia teknologi blockchain terkemuka di dunia dalam peluncuran perdana blockchain bagi sektor perbankan di Indonesia,” terang Darwin, Senin (19/7).

Implementasi blockchain untuk trade merupakan angin segar dalam proses transaksi perdagangan. Baik perdagangan domestik maupun perdagangan internasional (ekspor-impor).

Transaksi trade finance konvensional selama ini kerap dianggap rumit, tidak efisien dan cenderung membutuhkan waktu lama. Kondisi ini diperparah oleh pandemi. Berdampak pada pembatasan wilayah dan aktivitas. Membuat berbagai prosedur dalam transaksi juga menjadi terhambat.

Utilisasi blockchain dalam trade akan menghemat waktu transaksi, meminimalkan risiko fraud, serta menyederhanakan proses kompleks yang selama ini menjadi tantangan dalam trade konvensional. “Selain itu, teknologi blockchain memperluas jangkauan layanan PermataBank. Sekaligus memberikan kemudahan bagi nasabah trade finance dapat bertransaksi tanpa harus datang ke cabang PermataBank.” tambah Darwin.

Chief Executive Officer Contour, Carl Wegner, mengungkapkan, perdagangan global sangatlah penting bagi perekonomian Indonesia. Tapi bank dan bisnis trade fnance umumnya mengikuti proses manual yang menjadikan penghalang utama bagi pertumbuhan perdagangan.

“Transaksi ini tolok ukur dalam misi kami untuk membuat perdagangan lebih mudah diakses oleh semua komunitas di seluruh dunia,” ujar Carl. (mrz)