Aplikasi Kasir POST Luncurkan Tokofi, Bantu UMKM Membuka Toko Online Sendiri

FinTechnesia.com | Di tengah pandemi dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk menekan jumlah kasus positif Covid-19. Hal ini sangat berdampak besar ke berbagai sektor bisnis. Terutama usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Para pelaku bisnis ini harus membatasi kegiatan usaha mereka. Upaya yang dapat dilakukan dengan mengintegrasikan bisnis melalui platform ecommerce, berjualan secara online, dan berafiliasi dengan platform seperti Gojek dan Grab untuk tetap dapat berjualan.

Dengan kondisi tersebut, POST memberikan solusi bagi para UMKM yang ingin mendigitalisasi toko mereka. Aplikasi kasir tersebut meluncurkan fitur terbaru untuk membuat toko online bernama Tokofi.

“Melalui fitur ini kami berharap dapat membantu para pengguna POST serta UMKM lain untuk dapat meningkat penjualan. Serta mengembangkan bisnis baik dalam masa pandemi ini maupun di masa mendatang,” ungkap Reza Darmawan, Chief Executive Officer POST, Senin (19/7).


Dengan Tokofi, pengguna cukup melakukan registrasi pada aplikasi POST untuk mendaftarkan toko. Setelah mendaftar pengguna dapat langsung membuat kanal toko online. Serta dapat langsung mengatur katalog produk, dan stok produk agar dapat langsung dipergunakan untuk berjualan.


Bagi pebisnis yang sudah membuat website untuk toko, setiap barang yang dipajang dapat langsung dipesan oleh para pembeli dan melakukan pembayaran yang langsung terintegrasi dengan berbagai macam metode pembayaran secara non-tunai. Ini akan lebih mempermudah para pebisnis dalam melakukan rekap penjualan, penerimaan pembayaran, hingga pengaturan untuk pengiriman barang.


“Kalau kita lihat sekarang ini, para pebisnis menggunakan platform e-channel untuk memasarkan barang daganga. Namun, saat ini pebisnis dikenakan biaya kelola oleh platform tersebut hingga 7% untuk setiap transaksi. Dengan Tokofi, pebisnis bisa langsung membuat laman usahanya dan bisa langsung terintegrasi dengan sistem pembayaran yang ada di POST. Selain itu, pebisnis dapat menyematkan tautan dari laman usahanya di Instagram, Facebook, dan juga bisa dibagikan lewat Whatsapp hal ini dapat memperluas jangkauan promosi produk. Dan semua itu tidak dikenakan biaya apapun, alias gratis.” jelas Reza.

Tokofi sudah terintegrasi sistem pembayaran seperti ShopeePay, OVO, Dana dan sistem pembayaran transfer bank. Bagian logistik pengiriman Tokofi juga sudah terintegrasi dengan fitur pengiriman Instan, Sameday dan reguler dengan harga yang sama.


Tokofi hadir untuk membantu digitalisasi UMKM di Indonesia. Tokofi ingin UMKM Indonesia segera naik kelas dengan masuk ke ekosistem digital. Menurut data dari Kementerian Koperasi dan UKM pada tahun 2020 baru sekitar 21% atau sekitar 13,7 juta UMKM yang sudah masuk ke ekosistem digital. “Ini menjadi peluang kami mempercepat digitalisasi UMKM yang sejalan dengan misi pemerintah dalam peningkatan literasi digital bagi UMKM. Sehingga bisnisnya dapat tumbuh dan berkembang jauh lebih besar.” jelas Reza.

Ke depan Tokofi akan mengembangkan beberapa fitur. Yakni integrasi ke marketplace, toko online Facebook, Instagram dan Google Shop guna membantu meningkatkan penjualan UMKM serta membantu UMKM untuk Go-digital. (sya)