Senin, 4 Juli 2022 | 22:29 WIB

Bansos Nontunai di Aceh Melalui Bank Syariah Indonesia

BACA JUGA

ads-custom-1

FinTechnesia.com | Bantuan sosial (bansos) sembako dan Program Keluarga Harapan (PKH) bergulir. Bank Syariah Indonesia (BSI) siap menyalurkan kepada lebih dari 570.000 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Provinsi Aceh.

Bansos nontunai ini terdiri dari penyaluran program sembako kepada lebih dari 320.000 KPM. Dan Program Keluarga Harapan (PKH) kepada lebih dari 250.000 KPM. 

Penyaluran bansos dimulai dari Juli 2021 sampai akhir tahun. Sejalan program bansos nontunai tahun 2021. 

Wakil Direktur Utama 1 BSI, Ngatari berharap, penyaluran bansos nontunai terlaksana dengan baik, secara efisien, tepat sasaran, tepat jumlah, tepat waktu, tepat kualitas, dan tepat administrasi. “Sehingga dapat membantu meringankan beban masyarakat Aceh di tengah pandemi COVID-19,” ujar Ngatari, Jumat (23/7).

Dalam menyalurkan bansos, BSI bersinergi bersama Kementerian Sosial, pemerintah daerah dan petugas bansos. Dengan melibatkan jaringan BSI dan dukungan agen BRILink di seluruh Aceh.

Kami mengoptimalkan jumlah Agen Laku Pandai BSI Smart agar Keluarga Penerima Manfaat mudah mencairkan bantuan. Selain itu juga mengoptimalkan 125 outlet BSI, 712 ATM BSI dan 48 agen laku pandai BSI Smart di Aceh,” lanjut Ngatari.

Dalam menyalurkan bansos nontunai, BSI menerapkan protokol kesehatan yang ketat dan membagi zona distribusi menjadi tiga kelompok disesuaikan dengan kondisi COVID-19 masing-masing kabupaten/kota di Provinsi Aceh. 

Di zona merah BSI membatasi penyaluran bansos sebanyak 12 orang per jam. Sedangkan zona oranye 15 orang per jam. Dan zona kuning 20 orang per jam.

Bansos nontunai disalurkan melalui Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) terafiliasi produk BSI TabunganKu Wadiah. Kartu ini memiliki beberapa fitur. Di antaranya tidak ada saldo minimal dan limit, tanpa biaya pengendapan, biaya administrasi bulanan, biaya penutupan rekening dan biaya ganti buku.

Bansos PKH diberikan per tiga bulan disesuaikan kriteria yang telah ditentukan.  Bantuan ini dapat digunakan untuk membeli makanan bergizi, perlengkapan transport ke sekolah, modal usaha dan transport untuk mengunjungi fasilitas kesehatan.

Program bansos sembako di Aceh ini adalah pemberian bantuan sebesar Rp 200.000 per bulan kepada masing-masing Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Diharapkan penerima bisa membelanjakan untuk membeli bahan pangan. Bahan pangan ini terdiri dari sumber karbohidrat, protein hewani, nabati, vitamin dan mineral. (sya)

ads-custom-1
sidebar

BERITA TERBARU

header

POPULER