BRI Life Investigasi Dugaan Kebocoran Data Nasabah

FinTechnesia.com | Di tengah digitalisasi yang semakin masif, kebocoran data nasabah kembali terjadi. Kali ini menimpa BRI Life.

Anak perusahaan Bank Rakyat Indonesia (BRI) ini langsung bertindak cepat. Sekretaris Perusahaan BRI Life, Ade Nasution mengungkapkan, BRI Life bersama tim independen yang memiliki spesialisasi di bidang cyber security tengah melakukan penelusuran jejak digital.

Langkah ini dalam rangka investigasi dan melakukan hal-hal yang diperlukan guna meningkatkan perlindungan data pemegang polis BRI Life. Ade menggarisbawahi BRI Life tidak pernah memberikan data pribadi kepada pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.

Apabila ada permintaan data pribadi yang mengatasnamakan atau mengaitkan dengan kepemilikan polis di BRI Life, maka pemegang polis diharapkan dapat menghubungi layanan resmi BRI Life.

Ia menyebut, BRI Life menjamin hak pemegang polis sesuai polis yang dimiliki. Menurutnya, BRI Life terus melakukan upaya maksimal melindungi data pemegang polis melalui penerapan tata kelola teknologi informasi dan tata kelola data sesuai ketentuan dan standar serta peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“BRI Life terus memberikan perlindungan asuransi jiwa bagi sebanyak mungkin masyarakat di Indonesia. Dan akan terus mengembangkan penerapan prinsip tata kelola perusahaan yang baik sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ujar Ade, Rabu (28/7).

Kasus ini mengemuka berkat investigasi dari Hudson Rock, perusahaan keamanan siber yang berbasis di Israel. Perusahaan ini mengklaim, menemukan bukti beberapa komputer pegawai BRI dan BRI Life telah diretas. Ini awal dugaan kebocoran itu. (eko)