Di Tengah Pandemi, BTPN Syariah Cetak Laba Rp 770 Miliar

FinTechnesia.com | Meski pandemi, Bank BTPN Syariah tetap mencatatkan pertumbuhan pembiayaan. Pada kuartal kedua 2021, BTPN Syariah menyalurkan pembiayaan Rp 10,05 triliun. Tumbuh 15% year on year (yoy) dibanding periode sebelumnya Rp 8,74 triliun.

Pertumbuhan saat pandemi mengedepankan kualitas pembiayaan sehat. Menjaga non performing financing (NPF) di posisi 2,4%.

Di masa penuh tantangan ini, emiten berkode saham BTPS ini membangun hubungan yang intensif dan memahami kebutuhan nasabah. “Lewat interaksi tersebut, menjadi kesempatan bagi kami umemahami kebutuhan mereka. Misalnya perpanjangan angsuran, maupun mereka yang membutuhkan pembiayaan tambahan ketika melihat potensi usaha yang cocok di masa pandemi,” tutur Hadi Wibowo, Direktur Utama BTPN Syariah, Rabu (27/7).


Di sisi lain, bank juga mengembangkan berbagai inovasi teknologi agar nasabah di segmen ini lebih efektif dalam bertransaksi. Menyesuaikan kemampuan beradaptasi mereka.

“Kami menyiapkan aplikasi teknologi. Mengoptimalkan peran nasabah inspiratif BTPN Syariah. Yakni mereka yang tumbuh bersama kami dengan siklus pembiayaan yang panjang, sebagai mitra bank. Kami sebut Mitra Tepat. Memperkenalkan dan membawa layanan perbankan dalam ekosistem terdekat mereka. Bank juga telah mengoptimalkan proses automasi pelayanan. Seluruh tim di lapangan telah menggunakan aplikasi termutakhir,” terang Hari.

Sampai akhir Juni 2021, bank masih memiliki rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) di posisi 52%.

Total aset tumbuh 14% yoy menjadi Rp 17,41 triliun dari Rp 15,27 triliun. Dana pihak ketiga tumbuh 12% yoy menjadi Rp 10,61 triliun dari Rp 9,46 triliun. Laba bersih setelah pajak (NPAT) mencapai Rp 770 miliar. (yof)