GoPay Dorong Anak Muda Kelola Keuangan Saat Pandemi Lewat FinanSiap

FinTechnesia.com | GoPay mengajak anak muda menjadi generasi yang tidak cuma melek teknologi (tech savvy), tapi juga harus melek keuangan (financial savvy). Lewat program FinanSiap, GoPay menghadirkan wadah edukasi keuangan holistik.

FinanSiap dirancang agar masyarakat bisa semakin tangguh mengatur keuangan di masa pandemi. Serta membekali diri mereka dengan pemahaman finansial yang kuat seiring meningkatnya tren keuangan digital di kehidupan sehari-hari. Mulai belanja serba cashless hingga berinvestasi secara digital.

Chief Marketing Officer GoPay, Fibriyani Elastria mengatakan, pandemi mendorong masyarakat semakin fasih menggunakan fitur-fitur keuangan digital aga bisa beradaptasi di tengah perubahan. “Rangkaian kelas virtual FinanSiap akan mengulik cara memaksimalkan teknologi digital untuk mengatur keuangan dengan optimal,” kata Fibriyani, Rabu (28/7).

GoPay membantu masyarakat mengatur keuangan dengan lebih mudah. Mulai kemudahan pembayaran instan sehari-hari, bayar akhir bulan dengan GoPayLater. Hingga pembelian asuransi GoSure dan emas GoInvestasi untuk perencanaan keuangan jangka panjang.

Perubahan kebiasaan masyarakat ini tercermin dari peningkatan signifikan pada nilai total transaksi (GTV) GoPay dibandingkan sebelum masa pandemi. Penggunaan GoPay untuk berinvestasi juga naik hingga tujuh kali lipat sejak pandemi.

Direktur Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI), Junanto Herdiawan mengungkapkan, saat ini, kita melihat berubahnya kebiasaan masyarakat di tengah pandemi. Kemudahan teknologi digital mendorong perubahan kebiasaan finansial di tengah masyarakat.

Misalnya, teknologi digital menciptakan barrier to entry yang rendah dalam berinvestasi. Sehingga investasi bisa dimulai dengan nominal rendah, mudah, aman, dan bisa dilakukan oleh siapa saja.

BI melihat hal ini sebagai hal yang positif karena mampu mendorong pertumbuhan tren retail investor khususnya di kelompok usia muda produktif. “Pertumbuhan ini harus didukung pemahaman keuangan yang baik. Agar para pelakunya bisa menjadi investor yang cerdas dan mawas dengan risiko,” terang Junanto. (sya)