Telkomsel Mitra Inovasi Pimpin Investasi Pre-Series A di Feedloop

FinTechnesia.com | Telkomsel membuka berbagai peluang dalam pemberdayaan digital-preneurs, terutama startup yang memiliki potensi untuk berkembang di Indonesia. Yakni melalui pemanfaatan dan pengoptimalan ekosistem, aset, dan kompetensi Telkomsel.

Maka, unit ventura Telkomsel, Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) mengumumkan strategic investment. Yakni melalui investasi Pre-Series A kepada Feedloop, sebuah startup yang bergerak di bidang SaaS (Software as a Service) yang memiliki No Code Development Platform (NCDP) atau platform tanpa kode untuk membantu sektor korporasi serta usaha kecil dan menengah (UKM) mengakselerasi transformasi digital di setiap proses bisnis melalui hyperautomation.

Putaran pendanaan Pre-Series A ini dipimpin dengan nilai terbesar dari TMI. Diikuti dua perusahaan modal ventura lain, yaitu East Ventures dan Aksara Ventures. 

Direktur Utama TMI Marlin R. Siahaan mengatakan, TMI memandang penggunaan platform No Code Development Platform (NCDP) atau platform tanpa kode untuk membuat aplikasi yang diusung oleh Feedloop akan sangat membantu korporasi, UKM hingga calon digital-preneurs.

Beberapa tahun ke depan solusi layanan ini akan banyak diadopsi pengembang aplikasi atau bisnis lain untuk dapat membangun platform yang efektif dan efisien. Sehingga akan mampu menghadirkan banyak solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat terkini.

“Dengan kolaborasi Feedloop dengan Telkomsel banyak inovasi yang siap kami hadirkan bersama. Sebagai upaya membuka peluang yang lebih luas bagi korporasi dan UKM dalam meningkatkan potensi bisnisnya,” kata Marlin, Jumat (30/7).

Feedloop merupakan startup pengembang dan pengelola platform NCDP bernama Qore. Ini memungkinkan pengguna membuat aplikasinya sendiri untuk berbagai kebutuhan. Seperti human resources, warehouse management, customer app, hingga operasional lain tanpa perlu memahami bahasa pemograman atau memiliki keahlian coding. 

Solusi Feedloop ini telah digunakan oleh berbagai perusahaan besar. Seperti Bank Rakyat Indonesia (BRI), Paragon Technology and Innovation, Accenture Indonesia, dan GIZ Indonesia.

Investasi Pre-Series A ini akan memberikan modal bagi Feedloop melayani lebih banyak sektor Enterprise. Feedloop berencana menggunakan dana tersebut untuk mendorong pembangunan teknologi dan produk. Merekrut sumber daya manusia, serta membangun jaringan distribusi untuk pemasaran platform-nya di Indonesia dan Asia Tenggara.

CEO dan Co-Founder Feedloop, Ahmad Rizqi Meydiarso mengatakan, memasuki tahun ke-tiga, Feedloop akan menjadi digital enabler bagi perusahaan-perusahaan Indonesia untuk digitalisasi layanan dan melayani konsumen mereka dengan lebih baik. “Selain itu, kami berupaya membantu UKM di Indonesia untuk ikut bertransformasi digital agar dapat memajukan bisnis mereka,” kata Ahmad. (sya)