Mengirim Remitansi Hanya Lima Menit Melalui Instamoney

FinTechnesia.com | Transaksi pengiriman uang melalui remitansi terus berkembang. Bank Indonesia (BI) melaporkan, pada kuartal pertama 2021, Indonesia menerima total remitansi hingga US$ 2,259 miliar.  

Namun, industri remitansi membutuhkan sentuhan teknologi. Ini demi mempercepat dan mempermudah proses pengiriman uang antarnegara, sambil tetap mempertahankan standar keamanan dan kepatuhan (compliance) sesuai regulasi. 

Selama ini, banyak perusahaan remitansi, baik di dalam maupun luar negeri, membutuhkan waktu lama untuk mendapatkan lisensi operasional. Selain itu, tingginya biaya kanal tradisional seperti bank juga menghambat proses pengiriman uang antarnegara.  

Melihat hal ini, Instamoney, financial technology (fintech) dengan spesialisasi di bidang remitansi, membawa inovasi baru dalam kegiatan transfer dana di Indonesia. Instamoney yang berdiri 7 Februari 2018 itu membangun infrastruktur pembayaran otomatis menggunakan application programming interface (API) dan Batch Transfer

Jadi memungkinkan transfer ke banyak rekening dengan biaya lebih terjangkau. Ini berarti, klien dapat melakukan banyak transaksi remitansi secara sekaligus. Dan dilengkapi dengan sistem pencegahan risiko. Sistem ini untuk memitigasi risiko operasional dengan mengenali pola transaksi transfer dana, terutama transaksi yang mencurigakan.  

Instamoney menawarkan berbagai keunggulan untuk klien. Seperti pengiriman dana secara real-time (maksimal hanya dalam 5 menit) dan dengan biaya jasa flat, yaitu hanya Rp 5.000 per transaksi. 

“Demi memastikan keamanan dan kepatuhan, kami menerima kerja sama hanya dengan perusahaan yang telah memiliki izin resmi dan diawasi regulator terkait, seperti BI dan Otoritas Jasa Keuangan,” ujar Mikiko Steven, Direktur Instamoney atau PT Syaftraco.  

Instamoney telah memproses lebih dari US$ 2 miliar pengiriman dana setiap tahun. Perusahaan ini memiliki akses untuk mengirimkan dana ke lebih dari 140 jenis bank yang ada di Indonesia. Dan bekerjasama dengan banyak perusahaan remitansi berlisensi global untuk mempermudah akses transfer antarnegara. (eko)