Laporan dari G20 Ministerial of Women Conference 2021

FinTechnesia.com | Konferensi Tingkat Menteri G20 tentang Pemberdayaan Perempuan berlangsung pada 26 Agustus 2021 di Santa Margherita Ligure, Italia. Ketua Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Hadriani Uli Silalahi dan Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini turut hadir.

Selain itu turut hadir Direktur & Chief Strategic Transformation & Information Officer XL Axiata, Yessie D. Yosetya dan Ketua Komite Tetap Bidang Pendidikan Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Rinawati Prihatiningsih selaku chair dan co-chair dari G20 Empower. 

Konferensi Tingkat Menteri G20 tentang Pemberdayaan Perempuan ini adalah kali pertama dsemenjak G20 dibentuk. Tujuan konferensi ini menciptakan momentum untuk memfokuskan perhatian secara transversal pada isu pemberdayaan perempuan, menyatukan pemerintah dan aktor non-pemerintah.

Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian PPPA, Lenny N Rosalin mengatakan, Indonesia akan terus memperkuat komitmen memastikan pelaksanaan pengarusutamaan gender, perlindungan hak perempuan, pemberdayaan perempuan baik itu di tingkat nasional maupun global.  “Kami akan terus mengawal isu-isu ini. Bagaimana mengurangi kesenjangan gender di berbagai bidang pembangunan,” kata Lenny, Jumat (27/8).

Presiden Direktur & CEO XL Axiata, Dian Siswarini mengatakan, XL Axiata ikut serta mensukseskan Presidensi G20 2022. Terutama dalam hal isu perempuan dan kesetaraan gender.

“Di antaranya dimulai dengan pengembangan STEM (yaitu pembelajaran secara terintegrasi antara pengetahuan, teknologi dan matematika untuk mengembangkan kreativitas agar mampu memecahkan masalah dalam kehidupan sehari-hari). Sesuai agenda yang telah disepakati bersama dalam konferensi G20 di Italia,” kata Dian, Jumat (27/8).

Direktur & Chief Strategic Transformation and Information Officer XL Axiata, Yessie D. Yosetya selaku Chair G20 Empower menambahkan, sektor swasta berkolaborasi dengan pmerintah, dan lembaga masyarakat akan terus berfokus meningkatkan program kepemimpinan perempuan di dunia usaha. Dan pengembangan talenta para pekerja perempuan yang lebih tangguh dan berkelanjutan. 

“Kehadiran perempuan dalam posisi pimpinan merupakan hal mendasar bagi pertumbuhan ekonomi suatu negara. Dan dapat digunakan untuk menilai daya saing suatu negara,” kata Yessie. (sya)