Teken Transaksi Jual Beli dengan Telkomsel, Kini Mitratel Kuasai 28.000 Menara Telekomunikasi

FinTechnesia.com | PT Dayamitra Telekomunikasi atau Mitratel dan Telkomsel melanjutkan penguatan transformasi portofolio bisnis. Telkomsel mengalihkan kepemilikan sebanyak 4.000 unit menara telekomunikasi l kepada Mitratel.

Kesepakatan dengan penandatanganan perjanjian jual beli atau sale and purchase agreement (SPA) antara Telkomsel dengan Mitratel itu melengkapi aksi korporasi kedua perusahaan untuk 6.050 unit menara telekomunikasi pada 2020 lalu.

Direktur Utama Telkomsel, Hendri Mulya Syam menjelaskan, kelanjutan aksi korporasi dengan pengalihan kepemilikan menara telekomunikasi kepada Mitratel semakin menunjukan keseriusan Telkomsel lebih fokus memperkuat eksistensi dan penetrasi inovasi dalam menggelar layanan digital.

“Dengan begitu, Telkomsel semakin memiliki lebih banyak sumber daya yang dapat diarahkan untuk terus membuka peluang dan kesempatan menguatkan ekosistem gaya hidup digital masyarakat Indonesia secara lebih inklusif,” ujar Hendri, Kamis (2/9)

Direktur Strategic Portfolio Telkom, Budi Setyawan Wijaya mengatakan, aksi korporasi ini langkah Telkom dalam penataan portofolio demi value creation keduanya baik bagi masing-masing perusahaan, TelkomGroup dan stakeholder. Bagi Telkomsel, ini wujud konsisten dan keseriusan dalam mendukung transformasi portofolio di bisnis digital.

Sedangkan bagi Mitratel, langkah ini semakin memperkuat portofolio menara telekomunikasi TelkomGroup. Serta memantapkan langkah Mitratel sebagai pemain tower terbesar di Indonesia, yang mendukung beragam kebutuhan tidak hanya bagi TelkomGroup tapi juga tenant lainnya.

“Sehingga Mitratel bersiap mengoptimalkan value creation selanjutnya melalui aksi korporasi yang lebih besar lagi,” kata Budi.

Direktur Utama Mitratel, Theodorus Ardi Hartoko menambahkan, Mitratel berkomitmen terus berupaya menggali potensi-potensi baru dalam rangka memperkuat fundamental perusahaan. Transaksi ini kembali mengukuhkan Mitratel sebagai tower provider terbesar di Indonesia.

Dan akan semakin membuka peluang untuk pemanfaatan menara ini oleh semua tenant yang potensial, terlebih masuknya era 5G di Indonesia.

“Pengalihan kepemilikan menara ini juga memberikan kesempatan dan layanan sama kepada seluruh operator. Jadi dapat memperluas area dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Hal ini tentu saja akan berkontribusi positif untuk percepatan digitalisasi skala nasional,” kata Theodorus.

Dengan pengalihan ini Mitratel telah memiliki lebih dari 28.000 menara telekomunikasi di seluruh Indonesia. Baik urban, suburban maupun daerah rural.

Mitratel juga terbuka untuk melakukan transaksi jual beli dengan pihak manapun sepanjang menguntungkan bagi kedua belah pihak. Dan memberikan value creation bagi pemangku kepentingan. (nau)