Pasarnow Dapat Pendanaan US$ 3,3 Juta dari East Ventures

FinTechnesia.com | Pasarnow, platform e-groceries multi-channel meraih pendanaan tahap awal (seed funding) senilai US$ 3,3 juta. Putaran pendanaan ini dipimpin East Ventures. Dengan partisipasi dari SMDV, Skystar Capital, Amand Ventures, Prasetia Dwidharma, dan angel investors.

Pasarnow fokus menyederhanakan rantai pasok di sektor bahan makanan segar yang kompleks di Indonesia. Dan menawarkan produk makanan berkualitas tinggi dan segar kepada pelanggan melalui platform multi-channel.

Memastikan kesegaran produk saat sampai di pelanggan merupakan sebuah tantangan besar bagi pelaku bisnis di sektor bahan makanan segar. Produk makanan seperti buah- buahan, sayuran, dan daging beku mudah rusak. Sehingga membutuhkan pengiriman yang cepat dengan kontrol suhu yang terjaga.

Dan akhirnya menyebabkan tingginya biaya logistik. Itu sebabnya Pasarnow banyak berinvestasi di teknologi dan infrastruktur operasional untuk memecahkan masalah ini.

“Selain itu, platform multi-channel Pasarnow membantu kami mencapai skala ekonomis yang lebih cepat. Dan menciptakan efisiensi yang lebih baik dalam operasional kami,” kata James Rijanto, CEO dan Co Founder Pasarnow, Selasa (7/9).

Pasarnow menggunakan sistem pemesanan multi-channel dalam satu aplikasi di mana pelanggan di kategorisasi dalam dua segmentasi: B2B dan B2C. Setiap channel menawarkan harga, promosi, dan fitur utama yang berbeda untuk memenuhi kebutuhan spesifik pelanggan.

Sistem operasi back-end mengumpulkan mengumpulkan semua riwayat pesanan untuk menghasilkan prediksi permintaan pasar sehingga lebih dari 1.000 mitra petani dan pemasok. Pasarnow dapat merencanakan dan mengoptimalkan jadwal panen mereka dengan lebih baik.

Dengan begitu, Pasarnow dapat menawarkan bahan makanan berkualitas tinggi dan segar dengan harga terbaik kepada pelanggan dan meminimalkan jumlah bahan segar yang terbuang.

Nilai pasar ritel bahan makanan di Indonesia diperkirakan mencapai USD 108 miliar pada tahun 2019. Namun online grocery hanya berkontribusi kurang dari 1%. Online grocery diperkirakan akan meningkat meningkat sekitar US$ 13 miliar pada tahun 2025.

Dengan peluang besar tersebut serta didorong oleh perubahan perilaku pelanggan ke belanja bahan makanan secara online karena pandemi COVID-19, Pasarnow telah memperluas wilayah operasinya ke kota-kota lain, mengalami peningkatan order B2C hingga 400%, dan menggandakan pendapatannya setiap bulan.

Pendanaan ini akan digunakan Pasarnow untuk terus meningkatkan ekspansi operasional dan memperkuat solusi end-to-end bagi rantai pasok bahan makanan. Pasarnow akan menambah wilayah operasionalnya di kota-kota baru baru, merekrut talenta, meningkatkan infrastruktur data dan teknologinya serta membangun gudang mikro, Frontline Mini Hubs (FMH).

Untuk melengkapi 10 hub yang saat ini sudah tersebar di Jabodetabek, FMH akan dibangun di daerah padat penduduk dan dilengkapi dengan alat penyimpanan khusus bahan makanan segar dan beku. Sehingga memungkinkan Pasarnow untuk memberikan layanan pengiriman instan ke pelanggan.

“Saat ini, Pasarnow beroperasi di Jabodetabek dan Bandung dengan lebih dari 100 karyawan dan 200 pekerja harian dan mitra pengemudi,” kata Donald Wono, CTO dan Co-founder Pasarnow. “Putaran pendanaan ini memungkinkan kami untuk melayani lebih banyak pelanggan dan meningkatkan kemampuan teknologi kami,” kata James.

Willson Cuaca, Managing Partner East Ventures, mengatakan, perubahan perilaku belanja konsumen akibat pandemi COVID-19 memberikan tantangan baru di industri bahan makanan. Pelanggan menuntut produk segar dan berkualitas tinggi setiap hari di tengah rantai pasok bahan makanan yang kompleks.

Pasarnow hadir untuk mengatasi tantangan tersebut dengan menghilangkan inefisiensi lewat model bisnis berbasis data. “Dengan pertumbuhan yang kuat sejak tahun lalu, kami percaya bahwa tim Pasarnow dapat mempercepat peningkatan kapasitas operasional dan pengembangan bisnis mereka,” kata Wilson. (eko)