Accelerating Asia Kembali Buka Program Pendanaan II Sebesar US$ 20 Juta

FinTechnesia.com | Accelerating Asia, perusahaan modal ventura tahap awal sekaligus akselerator asal Singapura, meluncurkan Program Pendanaan II. Target pendanaan sebesar US$ 20 juta atau setara Rp 284 miliar telah terkumpul sebanyak 50%. Ini dalam bentuk komitmen lunak dari para investor dan partner.

Program pendanaan ini akan memulai penyebaran modal pada tahun 2021. Dengan fokus pada investasi awal hingga pra-Seri A ke sejumlah startup berpotensi tinggi dari seluruh Asia Tenggara dan Asia Selatan. Dalam sebuah inisiatif baru dari Accelerating Asia, sebagian persentase dari Pendanaan II akan diserahkan sebagai filantropi korporat. Dan sebagai bagian dari pledge 1%.

Program Pendanaan II sesuai jadwal penutupan putaran pada akhir tahun ini. Dengan jumlah komitmen sebesar US$ 10 juta yang telah diamankan Accelerating Asia, dari Limited Partners dan mitra ekosistem pada Pendanaan I. Melalui Pendanaan II, Accelerating Asia akan meningkatkan jumlah investasi hingga US$ 250.000 per startup.

Pada program ini, investasi akan mengincar lebih banyak perusahaan startup. Dengan model bisnis yang layak dan memberikan solusi inovatif dan layak secara komersial, demi mewujudkan kebaikan nyata di seluruh kawasan.

Peluncuran Program Pendanaan II ini dibentuk atas dasar kesuksesan program pendahulu. Pendanaan I, yang berhasil menyalurkan dana untuk 36 startup di sepuluh negara dan 20 vertikal startup dalam kurun waktu dua tahun.

Hingga kini, perusahaan-perusahaan portofolio dari Pendanaan I secara kolektif telah meraup US$ 30 juta. Dengan sekitar 70% modal didapatkan dari jaringan Accelerating Asia.

Dialam satu tahun selama penyelesaian program akselerator Accelerating Asia, 80% startup portofolio telah menerima pendanaan lanjutan dari para perusahaan modal ventura di wilayah sekitar. Termasuk D4V, Chiba Dojo Fund, Headline Asia, Impact Collective, SOSV, MDI Ventures, Falcon Network, dan Anchorless.

“Dengan dukungan para partner investasi terdekat dan limited partner, kami yakin bisa menjadi lebih besar, lebih baik dan lebih kuat bersama-sama,” ujar Co-Founder dan General Partner Accelerating Asia, Craig Dixon, pekan lalu.

Model akselerator modal ventura Accelerating Asia memberikan akses bagi para investor terhadap lebih banyak ragam startup berpotensi tinggi. Para startup yang terpilih untuk berinvestasi mewakili 2% teratas dari lebih dari 1.000 permohonan yang diterima tiap tahun.

Dengan proses seleksi yang ketat, struktur investasi dan program akselerator, memastikan, pendanaan disalurkan secara efisien kepada startup dengan kinerja terbaik. Jumlah startup unicorn diperkirakan akan terus meningkat di kawasan ini hingga tahun 2025.

“Dengan daya tarik dan minat investor yang tinggi, sejumlah startup binaan kami berada di jalur tepat dalam untuk menerima pendanaan Seri A dalam kurun waktu 6-12 bulan setelah lulus program kami dan menerima investasi dari kami. Kami percaya, mereka berada di tempat yang cocok untuk tumbuh dan berkembang. Serta sangat mungkin menjadi bagian dari lusinan startup unicorn yang diharapkan terus meningkat pada 2025 nanti,” jelas Co-Founder dan General Partner Accelerating Asia, Amra Naidoo. (eko)